Batik Kalteng Berpotensi Mendunia

  • Whatsapp
Batik Kalteng Berpotensi Mendunia
BATIK LOKAL- Elsiani memerlihatkan batik hasil produksinya di Butik Batik Bahalap di bilangan Jalan Thamrin, Palangka Raya, Senin (5/10). TABENGAN/ DANIEL
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com-Batik merupakan warisan dari budaya asli Indonesia. Batik Indonesia sempat diklaim oleh negeri tetangga, Jiran-Malaysia. Namun sejak 2 Oktober 2009 oleh UNESCO, ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Sehingga setiap tanggal 2 Oktober, ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional.

Bahkan saat ini, kain batik memiliki potensi ekonomi yang mendunia. Seperti yang diiungkapkan Elsiani, pelaku usaha Batik Bahalap di bilangan Jalan MH Thamrin, Palangka Raya.  Menurutnya, batik berpotensi mendunia karena setiap daerah di Nusantara ini memiliki corak yang khas.

“Setiap Kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng) ini saja punya motif sendiri. Kita bisa lihat sekarang di sosmed (sosial media) atau IG (Instagram). Kalau kami motif yang umum,” bebernya kepada Tabengan, Senin (5/10).

Namun dikeluhkan oleh Elsiani bahwa pembatik lokal Kalteng nyaris belum ada.  Semua batik yang ada di tokonya, di produksi di Pekalongan, Jawa Tengah. Tetapi design dan motif asli dari permintaan kita, ujarnya menambahkan.

“Proses masih manual, ada yang dicap dan ditulis.  Selama kurang lebih 4 tahun ini mulai ada perhatian dari pemerintah. Seringkali  ada bimtek (bimbingan teknis). Biasa setahun 5 kali Bimtek dan Disperindagkop dan Dinsos sering adakan pameran. Berhubung ada Covid, belum ada lagi kegiatan,” imbuhnya.

Dilain tempat, melalui pesan WA, Faisal Hadi pelaku usaha Batik New Risna di Jalan Ahmad Yani mengatakan, perlu adanya dukungan dari pihak-pihak terkait agar generasi muda Kalteng memiliki minat terhadap kerajinan seni batik.  Hal itu sebagai upaya melestarikan budaya, sekaligus dapat menumbuhkan ekonomi lokal.

“Adapun mengenai usaha batik lokal Kalteng sendiri belum ada perkembangan yang signifikan dikarenakan motifnya yang belum bisa mengembangkan untuk varian yang lebih baru dari yang sekarang,” beber Faisal.

Faisal juga berharap generasi milenial Kalteng ikut berpartisipasi dalam mengembangkan varian motif batik serta tidak sungkan memakai batik Kalteng. Bukan saja hanya pada acara  tertentu tetapi juga pada saat melakukan kegiatan apapun.

Selanjutnya tokoh Seni Palangka Raya, Christiana Pearelly Handuran. Pelaku Seni Sanggar Antang Batuah ini berpendapat bahwa perkembangan batik Kalteng saat ini sudah cukup baik.

Bahkan menurutnya banyak batik dijadikan kostum sebagai tari dan asesoris para penari sehingga peluang sangat besar. Namun tergantung dukungan dari pemerintah. Sekarang terkendala pandemik Covid-19, sehingga  harus ada promosi melalui media sosial dan virtual.

“Kalau bisa dan memungkinkan promisi secara langsung (tatap muka) itu lebih baik,” bebernya saat dibincangi Tabengan.

Sama halnya dengan Faisal dan Elsiani, Christiana  memiliki harapan bahwa pengrajin batik Kalteng harus lebih kreatif dalam hal menciptakan motif agar lebih banyak variasi.  Dia mengimbau agar Pemerintah dapat mendukung sepenuhnya pengrajin batik dan pengrajin lainnya. Agar baik para pengrajin dan pelaku seni dapat meningkatkan kesejahteraan dan ekonominya.

Pelaku seni lainnya, Benny M Tundan juga tidak ketinggalan berkomentar. Dia mengatakan bahwa perkembangan seni dan usaha batik Kalteng bergantung jenis batiknya, apakah batik dengan cara di tulis, cap atau bersifat digital printing.

Menurutnya  pula sumber daya manusia (SDM) di Kalteng sudah cukup banyak, akan tetapi ruang kreatif/produksinya/workshop fasilitas minim.

Pelaku seni Sanggar Marajaki ini juga mengatakan untuk dapat berpeluang Kalteng mendunia tergantung tingkat kreatifitas, berdasarkan strategi “unik” atau hal yang beterkaitan kearifan lokal atau spesial. Baik dalam bentuk publikasi, produksi dan pemasarannya.

“Harapannya, lakukan penjaringan pelaku seni kreatif, narsum, perupa/kreator, pelaku usaha, dan ruang apresiasi serta ruang komunikasi dan kreatifitas,” ucapnya optimis. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas