Pandemi Guncang Sektor Properti

  • Whatsapp
Pandemi Guncang Sektor Properti
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalimantan Tengah (Kalteng), Frans Martinus
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com-Beredar isu di media massa kondisi sektor properti ikut mengalami goncangan akibat pandemi Covid-19. Dimana dampak Covid-19 tentunya membuat sejumlah perusahaan properti mengalami kesulitan keuangan.

Menanggapi isu yang sedang hangat ini, Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalimantan Tengah (Kalteng), Frans Martinus, mengaku belum memperoleh informasi terkait persoalan tersebut.  Namun dirinya mengatakan bahwa memang banyak pengusaha properti tidak dapat melanjutkan aktifitasnya sejak pandemi Covid-19 muncul.

“Ada unit tapi tidak ada peminat, dan sebaliknya  ada peminat tapi tidak lolos verifikasi bank. Kalau pun disetujui KPR-nya turun limit terlalu jauh,” bebernya saat dikonfirmasi Tabengan, Sabtu (3/10) malam melalui pesan WA.

Selanjutnya Frans mengatakan, jika kondisi properti Indonesia  tetap dalam keadaan seperti ini terus menerus, barangkali hingga akhir tahun bisa terjadi kemacetan atau tunggakan masal terhadap pengembang yang punya kewajiban angsuran modal kerja kepada bank.

Terpisah, Pimpinan Cabang BNI Palangka Raya, Maslipansyah mengatakan bahwa untuk Kota Palangka Raya sendiri masih ada prospek, terutama perumahan komersil non subsidi. Hal tersebut menjadi fokus BNI, dengan tidak mengesampingkan kualitas data end usernya.

Selanjutnya Maslipansyah juga menyebutkan tidak masalah yang signifikan.  Sebab masih ada ceruk yang dapat digarap, baik dari sisi pembiayaan ke end user maupun dari sisi pembiayaan kepada developer.

“Memang kondisi pandemik ini agak berbeda, namun kami perkuat management risiko agar pembiayaan yang diberikan tidak gagal (default),” bebernya, Minggu (4/10) melalui pesan WA.

Sementara Suprijanto, Area Manager Bank Mandiri Palangka Raya mengaku untuk di Bank Mandiri kondisinya masih cukup baik. Yang mana di Kalteng, Bank Mandiri tetap fokus ke Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), karena memang peminat dari sektor rumah subsidi masih cukup baik.

“Memang kami tetap selektif mungkin untukk permohonan kredit lebih fokus kepada pegawai PNS/BUMN terpilih,” tandasnya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas