Polda Larang Ujaran Kebencian

  • Whatsapp
Polda Larang Ujaran Kebencian
Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol H Hendra Rochmawan
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdiri atas beragam suku bangsa, bahasa dan adat istiadat. Bahkan, dalam satu provinsi saja, bahasa yang dipergunakan pun bisa saja berbeda.

Sebagai cara untuk mempersatukan keberagaman ini, bangsa Indonesia tuangkan beragam perbedaan tersebut pada semboyan Bhineka Tunggal Ika (berbeda-bada tetapi tetap satu). Semboyan ini juga termasuk dalam Pancasila sebagai dasar negara.

“Kita sebagai generasi hendaknya selalu berpegang teguh pada norma-norma kebangsaan, terutama Pancasila. Hal ini perlu dipedomani oleh seluruh lapisan masyarakat guna mempertahankan keutuhan bangsa di seluruh penjuru negeri,” kata Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo melalui Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan,  Minggu (4/10).

Hendra menegaskan, dalam penyelenggaraan tahapan Pilkada seperti sekarang ini, jangan ada simpatisan paslon menyampaikan ujaran kebencian (hate speech) guna memuluskan paslon tertentu menang dalam pemilihan.

“Terkait hal tersebut, kami dari Bidhumas Polda Kalteng melarang para netizen atau masyarakat menimbulkan ujaran kebencian ini, baik di dunia maya maupun dalam kehidupan masyarakat. Bila ini diabaikan, dapat menimbulkan dampak hukum dan akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Dimulai dari pembinaan, bahkan sampai jeratan hukum yang berlaku,” pungkasnya. fwa

iklan atas

Pos terkait

iklan atas