OPERASI YUSTISI – Puluhan Pemuda Terjaring Tanpa Masker

  • Whatsapp
OPERASI YUSTISI - Puluhan Pemuda Terjaring Tanpa Masker
PENINDAKAN- Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya saat melakukan penindakan pada anak-anak muda yang melanggar protokol kesehatan dalam operasi yustisi di Jalan Yos Sudarso, Sabtu (3/10) malam. TABENGAN/RONNY GUNTUR
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Sabtu (3/10) malam mulai pukul 19.00 WIB-24.00 WIB, tepat di pertigaan Jalan Yos Sudarso dan Jalan Raya Galaksi, Tim Gabungan Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya kembali menggelar operasi yustisi penegakan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 26 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan (Prokes) Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi di kota setempat.

Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Palangka Raya Emi Abriyani mengungkapkan, dalam kegiatan tersebut terjaring 96 orang pelanggar yang tidak memakai masker saat berkendara dan melintas di kawasan setempat.

Dari keseluruhan pelanggar, 39 orang di antaranya mendapatkan sanksi denda administratif Rp100 ribu dan 49 orang menjalankan sanksi sosial membersihkan lingkungan, serta 8 orang mendapatkan sanksi teguran.

Emi merasa prihatin dengan hasil operasi yustisi ini. Pasalnya, mayoritas masyarakat yang terjaring tak memakai masker adalah para anak muda. Apalagi anak-anak muda yang tertangkap operasi terlihat cuek, sehingga kondisi tersebut membuatnya khawatir jika penyebaran  pandemi Covid-19 di Kota Cantik akan semakin sulit teratasi.

“Sekitar 2 jam operasi dijalankan, hampir 50 orang tertangkap. Saya merasa cukup prihatin karena anak-anak muda ini terlihat menyepelekan protokol kesehatan. Buktinya, dari jumlah yang tertangkap lebih dari separuhnya adalah anak muda. Sedangkan yang berusia di atas 30 tahun sudah taat memakai masker. Memang edukasi ke anak-anak muda ini harus diperkuat dan diintensifkan. Tapi kan kita sudah bukan tahap sosialisasi lagi, tapi sudah penindakan. Harapan kita dengan sanksi yang diberikan bisa memberikan efek jera,” ujarnya kepada Tabengan, Sabtu malam.

Saat ditanya kemungkinan meningkatkan jenis dan jumlah sanksi yang diberikan untuk memberikan efek jera, menurut Emi, saat ini belum mengarah ke sana. Dengan telah terbitnya Perwali yang memuat aturan dan jenis sanksi yang ada, tentu akan sulit untuk menerapkan apabila sanksi administrasi dinaikkan di atas Rp100 ribu. Juga untuk jenis sanksi sosial, memang pilihan dari Tim Satgas untuk memberikan efek jera bagi masyarakat.

“Kalau untuk sanksi menjadi relawan Tim Satgas, masih kita upayakan. Namun, apabila sanksi ini ternyata masih disepelekan masyarakat, tak menutup kemungkinan akan kita kaji kembali jenis sanksinya,” beber Emi.

Selain operasi yustisi penggunaan masker, Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya juga melakukan penindakan terhadap prokes yang berada di sektor usaha seperti kafe, rumah makan, tempat hiburan, dan kegiatan masyarakat. Selama berhari-hari, kata Emi yang juga Kepala BPBD Kota Palangka Raya ini, melakukan razia pada titik keramaian dan menegur secara tegas para pelaku usaha yang tak menerapkan jaga jarak dan batas maksimal pengunjung.

“Kita akan menegakkan aturan ini dengan tegas, dengan harapan mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19. Tempat usaha yang masih kedapatan melanggar prokes, akan kita jatuhkan sanksi dan bubarkan keramaian massanya. Juga demikian untuk kegiatan masyarakat yang berkerumunan banyak tanpa mendapat rekomendasi dari Satgas akan kita bubarkan juga dan penanggung jawab akan kita kenakan sanksi administrasi hingga sebesar Rp5 juta,” pungkasnya. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas