Inovasi Literasi “Ruang Hati Seorang Jurnalis”

  • Whatsapp
Inovasi Literasi “Ruang Hati Seorang Jurnalis”
LITERASI - Kabid Layanan, Teknologi Informasi dan Kerjasama Perpustakaan, Kuntep Berkat Asi saat membuka acara Inovasi Literasi di halaman perpusatakaan Provisi Kalteng, Rabu lalu. ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Euroweek Indonesia bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Kalimantan Tengah (Kalteng), Rabu (30/9) Gelar Acara Inovasi Literasi.  Acara tersebut dibuka oleh  Kabid Layanan, Teknologi Informasi dan Kerja sama Perpustakaan, Kuntep Berkat Asi.

Kunteb mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi acara Inovasi Literasi tersebut. Pasalnya, acara Inovasi Literasi memiliki tujuan untuk menginspirasi dan membangkitkan motivasi sehingga setiap orang bisa berkreasi.

“Dengan kaya akan literasi, tentunya akan dapat juga berkreasi, dan harapannya nanti juga dapat meningkatkan produktivitas yang bernilai ekonomis,” ujarnya.

Kuntep Berkat Asi juga mengatakan, Inovasi Literasi sangat perlu karena baik bagi anak-anak muda, sehingga anak-anak muda dapat mengekspresikan diri pada acara tersebut.

“Kegiatan ini regular dilakukan setiap hari ,Rabu dengan tema yang berbeda. Dan hari ini, Rabu (30/9) dengan Tema Ruang Hati Jurnalis,” imbuhnya.

Acara yang bertemakan Ruang Hati Jurnalis tersebut, dimeriahkan oleh berbagai awak media, antara lain Tabengan, Kalteng Pos, SCTV Palangka Raya, Berita Sampit, Kalteng TV, Para Seniman Lokal Palangka Raya, dan juga Duta Literasi dari Palangka Raya. Dalam panggung Inovasi Literasi tersebut, ada pantomim, persembahan beberapa lagu dari para jurnalis dan puisi hasil karya teman-teman jurnalis.

Fennisya Veronicka, Ketua Yayasan Euroweek Indonesia mengaku sangat mengapresiasi pekerjaan Jurnalis yang selalu menyajikan berita dan informasi yang faktual dan aktual.  Oleh karena itu, sejalan dengan tema yang diusung menampilkan teman-teman jurnalis.

“Dengan memberikan kesempatan kepada Jurnalis menyampaikan “curhatannya” dalam bentuk seni, seperti puisi dan nyanyian, kita menjadi tahu bahwa menjadi Jurnalis itu tidak semudah yang dipikirkan,” beber Fennisya.

Kemarin, lanjut Fenny,  banyak sekali diundang teman-teman jurnalis, dan banyak mau yang ikut. Cuma  mereka ada beberapa kendala, mendadak  ada  pekerjaan, dan kebetulan juga ada juga pelatihan hari ini. Jadi total kalo gak salah yang bisa tampil sekitar 6 jurnalis aja.

Euroweek Indonesia dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalimantan Tengah, telah bekerjasama sejak Februari 2020 lalu. Melalui kerjasama tersebut, keduanya telah menyusun beberapa program terkait pengembangan sumber daya manusia.

Anisa Bahril Wahdah, seorang Jurnalis yang ikut serta dalam menampilkan pembacaan puisi mengatakan Inovasi Literasi yang digelar oleh Euroweek dan (Dispursip) menurutnya sangat baik. Menurutnya literasi tidak harus dengan membaca. Tetapi dapat dengan berpuisi dan hal lainnya.

“Dengan literasi ini unek-unek dan keluhan jurnalis bisa tersalurkan melalui karya.

uniknya melalui puisi. Kita biasa dituntut menulis berita panjang lebar. Namun menuangkan buah pikiran melalui puisi itu tidak mudah, harus singkat padat jelas dan mudah dipahami.

“Jurnalis itu kan profesi hebat, kesulitan membuat puisi pun dapat dilalui dengan mudah,” puji Anisa. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas