Dampak Kebijakan Harga dan Fluktuasi Harga di Pasar Eceran

  • Whatsapp
Dampak Kebijakan Harga dan Fluktuasi Harga di Pasar Eceran
RILIS-Kegiatan rilis bulanan terkait inflasi di ruang rapat BPS Kalteng, Kamis (1/10). TABENGAN/ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.comSelama September 2020, komponen energi relatif tidak memiliki pengaruh terhadap sebagian besar perubahan tingkat harga kebutuhan bahan pokok, baik di Palangka Raya maupun di Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim).

Pasalnya, terjadi deflasi sebesar 0,36 persen di Palangka Raya, yang mana dipengaruhi oleh penurunan indeks harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau  sebesar 1,06 persen, juga kelompok transportasi sebesar 0,82 persen.

Begitu pun terjadi deflasi di Sampit  sebesar 0,20 persen yang dipengaruhi oleh penurunan indeks harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau  sebesar 0,56 persen, kelompok transportasi  sebesar 0,56 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan  sebesar 0,34 persen.

Sebagaimana hal itu disampaikan dalam rilis yang dipaparkan oleh Kepala Bidang Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah, Akhmad Tantowi, Kamis (1/10).

Dikatakan kemudian, deflasi yang terjadi di Palangka Raya dan Sampit tersebut mempengaruhi kebijakan harga dan fluktuasi harga di pasar eceran.  Hal ini terlihat dari rendahnya indeks harga komponen energi di Palangka Raya (97,45) dan Sampit (97,39).

Sementara itu, komponen bahan makanan mendominasi andil terhadap deflasi, baik di Palangka Raya (1,56 persen) maupun Sampit (0,79 persen).

“Selama satu semester terakhir, komponen energi selalu mengalami laju inflasi negatif di kedua kota, kecuali pada bulan September 2020 hanya terjadi di Sampit. Sebaliknya, komponen makanan baru menunjukkan deflasi untuk ketiga kalinya, terhitung sejak Juli hingga September ini dalam kurun satu semester terakhir,” ucapnya.

Kendati demikian disebutkan dia, komoditas emas perhiasan secara kolektif menjadi pemicu inflasi di kedua kota. Sedangkan cukup rendahnya harga eceran buah semangka, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit menjadi instrumen reduktif terhadap kenaikan indeks harga secara umum di kedua kota.

Andil angkutan udara pun berpengaruh signifikan terhadap perubahan indeks harga, baik di Palangka raya maupun di Sampit,jelas Akhmad Tantowi. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas