Pelanggan Barber Shop Dominasi Pegawai Kantoran

  • Whatsapp
Pelanggan Barber Shop Dominasi Pegawai Kantoran
BARBER SHOP-Kings Barber Shop di bilangan Jalan Rajawali, Kamis (1/10). TABENGAN/ DANIEL
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com-Banyak usaha pada masa pandemi ini sudah tidak melakukan aktivitasnya. Namun jenis usaha di bidang jasa yang satu ini, justru memulai usahanya di saat pandemi mulai melanda. Yakni, usaha pangkas rambut (Barber Shop).

Saat beberapa Barber Shop yang lain tutup oleh karena wabah Covid-19 yang terus meningkat, Kings Barbershop justru baru mulai membuka usahanya.  Jamil, pelaku usaha Kings Barber Shop mengaku karena terlanjur menyiapkan modal dan fasilitas sebelum terjadi Covid-19, maka tetap bertekat membuka usahanya tersebut.

“4 bulan yang lalu baru buka.  Ya bagaimana lagi, terlanjur mau tidak mau harus buka,” ceritanya saat dibincangi Tabengan, Kamis (1/10).

Jamil juga mengatakan pada awal Barber Shop dibuka cukup sepi, tidak ada satu pun pelanggan yang datang untuk dipangkas rambutnya.  Tetapi selang beberapa hari, warga yang membutuhkan jasa pangkas rambut mulai datang.

“Baru pertama itu ada 4 orang. Anehnya saat PSBB malah ramai, sehari bisa 9-10 orang. Saat ini karena anak sekolah libur, pelanggan paling banyak orang kantoran,” imbuhnya.

Kini sambungnya, rata-rata ada 8 orang dalam sehari yang memerlukan jasa pangkas rambut di Kings Barber Shop, di bilangan Jalan Rajawali Kota Palangka Raya itu.

“Sekarang stabil, setiap harinya kira-kira 8 orang yang pangkas rambut.  Biayanya cukur Rp25.000.  Kalau plus cuci jadi Rp30.000, cukur plus cuci plus pijat Rp35.000,” ujarnya lagi.

Jamil juga menambahkan bahwa di Kings Barber Shop, sambil menunggu antrian akan ada alunan musik yang menemani.  Selain itu, di tempat ini pula, jika pelanggan ingin mengubah warna rambutnya, tersedia juga layanan cat rambut. “Bisa cat rambut, jual pomet juga dan tersedia kopi bagi yang sedang antri,” sebut dia.

Masih disepanjang jalan Rajawali, ada Baber Shop lainnya milik Tahani. Tahani juga mengaku baru memulai usahanya  tersebut 4 bulan lalu, sebagai perluasan usaha Barber Shop dari Banjarmasin.

“Awal buka memang sedikit yang potong rambut. Tapi sebulan belakangan ini mulai ramai, lebih dari 1o, kira-kira 15an orang dalam sehari,” ujarnya.

Sama halnya dengan Jamil, Tahani mengatakan lebih banyak pekerja kantor yang datang untuk pangkas rambut dari pada anak-anak usia sekolah. Di tempat ini harga  pangkas rambut untuk orang dewasa dibanderol Rp20.000, sedangkan anak-anak Rp15.000, dan cukur kumis atau janggut Rp5.000.

Keduanya mengaku telah melaksanakan protokol kesehatan dengan memakai masker dan mencuci tangan.  Tetapi dalam pantauan Tabengan, masih ada beberapa belum menyediaan fasilitas cuci tangan.  Hanya saja pemangkas rambut tetap menggunakan masker. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas