11 Dokter Kalteng Positif Covid-19

  • Whatsapp
11 Dokter Kalteng Positif Covid-19
IDI KALTENG- Ketua IDI Wilayah Kalteng dr Mikko Ludjen (kanan) dan Sekretaris dr Tagor Sibarani. TABENGAN/LIU
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat ada 11 dokter di Bumi Tambun Bungai yang terkonfirmasi terpapar virus ini.

‚ÄúSekarang ada 3 yang sedang dalam perawatan. Yang 1 sudah selesai perawatan dan negatif, tapi masih lanjut masa istirahat. Sedangkan yang suspek ada 4 orang. Sempat dirawat karena bergejala, tapi hasil swab negatif,” kata Ketua IDI Wilayah Kalteng dr Mikko Ludjen melalui Sekretaris dr Tagor Sibarani, Rabu (30/9).

Dari total tenaga medis yang positif, 1 orang bertugas di ruang isolasi Covid-19. Sepuluh lainnya bertugas di ruang non isolasi, tapi di daerah risiko, seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), Puskesmas  dan praktik mandiri. IDI Kalteng sangat bersyukur karena tidak ada anggota yang meninggal.

Menurut Tagor, berbagai upaya telah IDI Kalteng lakukan agar tidak banyak dokter yang terpapar. Pembentukan satuan tugas internal sebagai turunan instruksi IDI Pusat, pendataan dan monitoring yang terlibat langsung dan tidak langsung dalam penanganan Covid-19.

Kemudian, koordinasi dengan seluruh cabang terkait pendataan dan monitoring ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan penggunaannya yang baik, keberadaan sistem manajemen risiko di rumah sakit, baik regulasi pengaturan dokter, waktu dan rotasi.

Selanjutnya, pedoman alur dan tata laksana yang mengacu ke PMK dan kolegium serta panduan terbaru. Melakukan monitoring penggajian dan realisasi pemberian insentif pemerintah sebagai dukungan semangat. Koordinasi dan mengikutsertakan pada pertemuan-pertemuan ilmiah terbaru tentang Covid-19.

Menjalin kerja sama dengan pihak lain yang tidak terikat untuk donasi bagi para dokter seperti suplemen, extra fooding dan lainnya. IDI juga memberikan penghargaan berupa sertifikat piagam penghargaan bagi para sejawat, bahkan anjuran menjadi agen teladan pelaksanaan protokol kesehatan dalam kesehariannya. Terakhir upaya optimalisasi layanan telekonsultasi (telemedicine). yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas