Tim Satgas Kaji Larangan Masker Scuba

  • Whatsapp
Tim Satgas Kaji Larangan Masker Scuba
Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com Belakangan ini ramai diperbincangkan mengenai penggunaan masker model scuba yang dinilai kurang efektif dalam menangkal penyebaran Covid-19. Bahkan, larangan penggunaan masker scuba mulai diterapkan di sejumlah daerah, salah satunya di Ibu Kota DKI Jakarta dan sekitarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, pihaknya segera mengkaji terlebih dahulu mengenai larangan penggunaan masker model scuba tersebut.

“Nanti akan kami kaji dulu secara bertahap. Karena alasan ataupun penegakan di lapangan harus berdasar. Dan, sektor kesehatan ini ranah Dinas Kesehatan, maka akan segera kami lakukan koordinasi agar Dinkes bisa memberikan penjelasan kepada Tim Satgas,” ungkap Emi, Selasa (29/9).

Diakui Emi, pelarangan masker model scuba tersebut masih menjadi perdebatan banyak pihak. Menurutnya, polemik serupa sama dengan kasus polemik masker yang diperbolehkan untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Beberapa waktu lalu juga diperdebatkan penggunaan masker kain dilarang dan wajib menggunakan masker medis. Namun, karena jumlah masker medis sangat terbatas dan diprioritaskan bagi tenaga medis, maka kebijakan memperbolehkan penggunaan masker kain dibuat, tentu dengan sejumlah ketentuan. Seperti menggunakan 2 lapis kain dan dicuci kembali setiap 4 jam.

“Masker model scuba ini bahan dan bentuk memang beragam. Namun, yang menjadi sorotan adalah masker scuba berbahan kain tipis. Itu sangat tidak efektif dalam menahan droplet yang keluar saat kita batuk atau bersin, atau mencegah penularan virus Covid-19. Tapi, akan kita kaji lebih dalam bersama Dinkes. Masker berjenis serta berbahan apa saja yang boleh, dan apa saja yang tidak boleh,” tegasnya.

Emi mengakui, untuk mengedukasi masyarakat agar menggunakan masker yang baik, sudah menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya. Apalagi apabila keluar larangan untuk penggunaan masker berbahan dasar tertentu, harus benar-benar mendasar agar masyarakat mudah memahami.

“Tapi untuk melarang masker model scuba, harus ada dasarnya yang jelas. Saya meminta pihak Dinkes untuk bisa segera menyiapkan kajian lengkapnya agar bisa segera pula disosialisasikan agar penindakan di lapangan bisa berjalan efektif. Yang jelas, saat ini belum ada penertiban masker scuba. Namun, kita imbau agar masyarakat gunakan masker yang representatif,” pungkas Emi. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas