dr Theodorus Terpapar Covid-19

  • Whatsapp
dr Theodorus Terpapar Covid-19
TERPAPAR - dr Theodorus Terpapar Covid-19 ketika menyampaikan terkait terpaparnya dirinya melalui akun media social facebook miliknya, Senin (28/09/2020). ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA – Penyebaran virus Corona atau Covid-19 dapat menyerang siapa saja, baik itu masyarakat biasa, sampai pada tenaga kesehatan. Tidak sedikit tenaga kesehatan yang terpapar virus Covid-19, karena melakukan perawatan pasien Covid-19, termasuk yang dialami dr Theodorus Sapta Atmadja.

Pria yang akrab disapa dr Theo ini, melalui akun media social facebook miliknya menceritakan perihal sampai terpapar virus Covid-19.12 hari yang lalu, ada pasien yang datang ke tempat praktek dengan keluhan demam, mual, dan muntah setiap kali makan. Pemeriksaan dilakukan, dan disarankan untuk diberikan suntikan mual muntah, tujuannya setelah disuntik pasien bisa makan dan minum.

Kondisi yang dihadapi pasien tersebut, lanjut dr Theo, pasien agar memeriksakan diri ke klini Covid-19 RS Doris Sylvanus Palangka Raya. Sekitar 7 hari yang lalu, diperoleh kabar bahwa pasien tersebut terkonfirmasi positif Covid-19. Karena merasa terpapar, maka diputuskan untuk melakukan skrining.

“Hasil laboratorium, darah dinyatakan normal. Thorax foto bersih, namun pada hasil rapid tes dinyatakan reaktif. Hasil rapid tes diputuskan untuk dilakukan pemeriksaan swab PCR pada 26 September 2020 yang lalu. Hasilnya, pemeriksaan swab PCR dinyatakan positif. Kondisi yang dihadapi tidak membuat saya marah dan kecewa,” kata dr Theo, saat menjelaskan kondisi terbaru paska diketahui poisitif Covid-19, Senin (28/9) di Palangka Raya.

Ini merupakan jalan hidup, kata dr Theo, yang harus dilalui. Keputusan segera dilakukan swab PCR semata bertujuan mencegah penularan Covid-19 lebih jauh. Kasian setiap orang yang kontak langsung, khususnya kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia).

Meskipun terkonfirmasi positif, kata dr Theo, namun puji Tuhan tidak ada gejala demam, ataupun batuk, lemah, mual muntah, atau kehilangan indra penciuman, dan lemas. Aktivitas dapat dilakukan dengan normal. Kondisi yang dihadapi ini diputuskan untuk melakukan isolasi di RS Doris Sylvanus Palangka Raya mencegah penularan kepada yang lain.

Penyakit Covid bukanlah penyakit tabu. Semua orang bisa terkena penyakit ini. Saya memilih melakukan isolasi di RSUD dr. Doris Sylvanus, walaupun tanpa gejala demam, batuk berat, sesak napas, mual muntah. Ini adalah salah satu konsekuensi dari profesi saya sebagai dokter. Isolasi di RS karena demi melindungi orang-orang yang ada disekitar agar tak tertular.

“Tetap semangat dan berdoa. Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir. Tuhan Memberkati Kita Semua,” tutup dokter yang dikenal berjiwa sosial ini. ded

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas