Masih Banyak Masyarakat Tidak Taat Prokes

  • Whatsapp
Masih Banyak Masyarakat Tidak Taat Prokes
IMBAUAN- Tim Satgas Covid 19 Kota Palangka Raya melakukan pengawasan dan memberikan imbauan kepada pelaku usaha dan pengunjung mematuhi protokol kesehatan di Kawasan Taman Kuliner Tunggal Sangumang, Sabtu (26/9) malam. ISTIMEWA
iklan atas

**986 Pelanggar Prokes, Total Denda Rp30 Juta

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Pekan kedua pasca-diterapkannya Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 26 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi di kota setempat, tercatat 986 pelanggar protokol kesehatan (prokes) perseorangan yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Hasil rekap kita berdasarkan data di lapangan sejak 14-27 September pukul 12.00 WIB siang, tercatat hampir seribu pelanggar prokes dan Perwali. Tepatnya 986 orang yang mendapatkan sanksi teguran lisan dan tertulis, sanksi sosial dan sanksi denda administrasi sebesar Rp100 ribu,” beber Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani kepada Tabengan, Minggu (27/9).

Dari 986 orang tersebut, jelasnya, pelanggar yang mendapatkan sanksi teguran lisan sebanyak 27 orang, sanksi teguran tertulis 9 orang, sanksi sosial berupa membersihkan jalan 645 orang, dan sanksi denda administrasi 305 orang.

Sanksi sosial terbanyak terjadi saat razia yustisi pada 19 September di Jalan Yos Sudarso, terdapat 102 orang yang menjalankan sanksi. Sedangkan sanksi denda terbanyak pada 23 September, saat razia yustisi di Pahandut Seberang. Di sana, terhitung 45 orang menjalankan sanksi denda.

“Untuk jumlah denda yang terkumpul dari 305 orang pelanggar, ada sebanyak Rp30.200.000. Sedangkan 3 orang lainnya belum mentransferkan pembayaran denda. Seluruh uang hasil razia yustisi tersebut telah diserahkan ke Kas Daerah,” terangnya.

Selain melakukan razia yustisi bagi pelanggar prokes perseorangan, Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya dalam Tim Gabungan Unit Reaksi Cepat (URC) Divisi Patroli Pengawasan Protokol Kesehatan dan Penindakan Perwali No 26/2020 mulai melakukan penindakan kepada pelaku usaha, khususnya pelaku usaha kuliner yang tidak menjalankan prokes.

Seperti pada Sabtu (26/9) malam, Tim Satgas bergerak menyisir Taman Kuliner Tunggal Sangumang Jalan Yos Sudarso untuk menindak pelaku usaha dan masyarakat yang mengabaikan prokes.

Kabagops Polresta Palangka Raya sekaligus koordinator lapangan tim gabungan Kompol Hemat Siburian mengatakan, pada kegiatan itu pihaknya memeriksa 78 pelaku usaha di kawasan tersebut, di antaranya 56 rumah makan/cafe yang buka dan 22 yang tutup.

“Malam ini, Tim Satgas melaksanakan kegiatan pemeriksaan terhadap pengelola rumah makan di Jalan Yos Sudarso. Kita melihat jika malam Minggu, pengunjung sangat banyak. Kami menemukan sebagian besar pemilik rumah makan belum bisa mengatur dan mematuhi prokes. Kami dari Satgas berikan imbauan dan ke depannya akan kita tegakkan Perwali yang ada dengan tegas,” ujar Hemat.

Secara umum, jelasnya, pelanggaran yang dilakukan pemilik usaha karena tidak mampu mengatur pengunjung yang datang atau enggan menolak tamu yang datang, padahal secara ketentuan telah diatur jumlah maksimal pelanggan yang boleh makan dan minum di tempat.

“Kami juga mengimbau kepada pemilik usaha, harus berani menolak apabila kapasitas pengunjung sudah tak penuhi syarat. Contohnya, kafe bisa menampung 100 orang dalam kondisi normal. Dan saat diatur sesuai prokes, hanya diperbolehkan 30 persen pengunjung, maka cukup 30 persen saja. Kita berikan sanksi teguran lisan dan tertulis untuk yang pertama dan terakhir. Bagi yang masih kedapatan melanggar, ke depannya sanksi denda hingga Rp5 juta akan kita terapkan,” tegasnya.

Pihaknya menyarankan agar para pelaku usaha bisa mengajukan surat rekomendasi kepada Tim Satgas sebagai syarat menjalankan usaha di tengah pandemi, terhitung sejak Minggu, 27 September 2020 bagi yang belum, dan harus sudah menerapkan prokes pada saat menjalankan usahanya.

“Apabila pengelola atau pemilik usaha tidak mengindahkan atau tidak mematuhi teguran yang sudah disampaikan oleh Tim Satgas sampai dengan batas waktu yang sudah ditentukan yaitu akhir September 2020 ini, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan isi dari Perwali No 26/2020,” tutupnya. rgb

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas