MUI Kalteng: Hak Umat Berikan Suara di Pilkada

  • Whatsapp
MUI Kalteng: Hak Umat Berikan Suara di Pilkada
Dr H Khairil Anwar MAg
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com-Wakil Ketua Umum Majelis Ulama (MUI) Provinsi Kalteng Dr H Khairil Anwar MAg mengimbau kaum muslimin Bumi Tambun Bungai untuk memberikan hak suara pada Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah serentak di Kalimantan Tengah maupun di Kabupaten Kotim.

Pada pemilihan gubernur, tahapan Pilkada telah melewati fase pencabutan nomor urut. Pasangan calon Ir Ben Brahim-Dr H Ujang Iskandar mendapatkan nomor urut 1, dan pasangan petahana H Sugianto Sabran-H Edy Pratowo mendapat nomor urut 2. Demikian juga untuk Pilkada Kotim yang juga sudah masuk tahapan pencabutan nomor urut.

Selanjutnya, kedua pasangan ini bersama tim pemenangan masing-masing akan bersiap menjalani fase kampanye hingga pada saatnya nanti sampai pada hari pemungutan suara.

Terkait persiapan puncak Pilkada Kalteng ini, Khairil Anwar mengatakan, berdasarkan data survei dan penelitian, partisipasi pemilih Kalteng sejauh ini relatif rendah. Salah satu penyebabnya, sebagian umat Islam enggan meninggalkan pekerjaan utamanya sehari-hari seperti berdagang di pasar saat hari pencoblosan.

“Sebagai seorang warga negara Indonesia baik dan sebagai umat Islam kita wajib ikut bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam memilih pemimpin termasuk termasuk gubernur dan wakil gubernur, sebagaimana hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Jika kalian bertiga dalam bepergian, maka angkatlah pemimpin di antara kalian,” terang Rektor IAIN Palangka Raya itu kepada wartawan, Jumat (25/9/2020).

Khairil menerangkan, proses pemilihan pemimpin termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng ini sangat penting.

“Imam al-Mawardi dalam kitab ‘Al-Ahkam As-Sulthaniyah’ berpendapat bahwa kepemimpinan (al-imamah) merupakan tempat pengganti kenabian dalam menjaga agama dan mengatur dunia, dan memilih orang-orang yang menduduki kepemimpinan tersebut hukumnya adalah wajib menurut ijma’,” ujar pria asal Martapura, Kalimantan Selatan yang juga mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu.

“Pilihan boleh saja berbeda, tetapi silaturrahmi dan kebersamaan tetap terjaga. Dan siapa pun yang akan terpilih secara demokratis dalam Pilkada yang jujur dan adil nanti, haruslah diterima dengan lapang dada karena itu adalah pilihan rakyat. Gubernur dan wakil gubernur yang terpilih nantinya adalah pemimpin seluruh warga, bangsa dan negara, dan bukan pemimpin suatu kelompok, partai, suku, atau agama tertentu,” tandasnya. ist

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas