SENGKETA TANAH – Megawati Gugat PT PMM Rp10 M

  • Whatsapp
SENGKETA TANAH - Megawati Gugat PT PMM Rp10 M
DUGAAN PENYEROBOTAN TANAH - PT Prasetya Mitra Muda (PT PMM) digugat Rp10 miliar oleh Megawati. Tampak foto bersama penggugat di Pengadilan Negeri Kuala Kurun, Rabu (23/9). ISTIMEWA
iklan atas

KUALA KURUN/tabengan.com- Sengketa tanah antara masyarakat dan perusahaan perkebunan kelapa sawit kembali masuk Pengadilan Negeri Kuala Kurun, Rabu (23/9). PT Prasetya Mitra Muda (PT PMM) digugat Rp10 miliar oleh Megawati, warga Bereng Malaka, Kecamatan Rungan.

Ketua Umum Asosiasi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Kalteng, Erko Mojra selaku pihak yang mendampingi Megawati mengatakan, sengketa tanah tersebut sudah terjadi sejak 2017 dan terkesan berlarut-larut. Perkara perdata itu diregister dengan Nomor: 24/Pdt.G/2020/PN.Kkn.

“Intinya ibu Megawati ini menggugat dan menuntut ganti rugi atas penyerobotan kebun karet seluas 1 hektare miliknya kepada pihak perusahaan,” ungkap Erko kepada wartawan, Rabu (23/9).

Sebelum masuk meja hijau, jelas dia, PT PMM bersedia mencabut tanaman kelapa sawit yang telah tertanam dan mengganti rugi tanam tumbuh senilai Rp30 juta. Selain itu, pihak korporasi juga bersedia menerima sanksi adat sesuai dengan berita acara hasil klarifikasi dan investigasi penyelesaian sengketa adat antara Megawati dan PT PMM tanggal 28 Desember 2019.

“Dalam hal ini Megawati selaku penggugat menolak ganti rugi sebesar Rp30 juta. Mengingat kasusnya sudah lama dan telah terjadi kerugian, baik materil mengeluarkan uang atau biaya yang cukup banyak dan juga telah terjadi kerugian moril selama berurusan menuntut haknya, sehingga penggugat menuntut ganti rugi senilai Rp10 miliar kepada pihak perusahaan,” katanya.

Sementara itu, Efrain Punding SH, pengacara PT PMM, saat dijumpai mengatakan, dalam persidangan kali ini pihaknya akan menunjukkan berbagai bukti kepemilikan tanah yang disengketakan tersebut.

“Dokumen yang kami perlihatkan yaitu terkait berkas asal-usul tanah, batas-batas tanah dan bukti jual beli tanah atas nama Santi. Jadi intinya PT PMM sudah membayar ganti rugi tanah dan tanam tumbuh kepada masyarakat, namun bukan atas nama Megawati,” bebernya.

Efrain membenarkan bahwa saat mediasi sebelumnya pihak perusahaan pernah menjanjikan ganti rugi tanam tumbuh senilai Rp30 juta kepada Megawati.

“Tujuannya agar pihak Megawati tidak melanjutkan perkara tersebut ke ranah hukum, namun uang tersebut ditolak dan mereka tetap menggugat kasus ini ke pengadilan,” pungkasnya.c-mdo

 

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas