Kantor Bank Kalteng Harus Tetap Terpelihara

  • Whatsapp
Kantor Bank Kalteng Harus Tetap Terpelihara
Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Natalia
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Terkait dengan rencana pembangunan Menara Bank Kalteng di lokasi gedung Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Tengah (Kalteng). Pihak DPRD Kalteng menginginkan agar aset gedung Bank Kalteng yang lama tetap terus dimanfaatkan sehingga dapat menghasilkan keuntungan bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalteng.

Hal ini seperti yang disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Natalia ketika dibincangi Tabengan usai menghadiri rapat pembahasan penambahan penyertaan modal PT Bank Kalteng, di ruang rapat gabungan DPRD Kalteng, Rabu (23/09/2020) siang.

Dirinya mengatakan, aset gedung Bank Kalteng yang saat ini masih aktif beroperasi, kedepannya harus dipikirkan lebih jauh lagi supaya dapat terus menghasilkan keuntungan bagi daerah dan PAD. Mengingat tidak lama lagi Bank Kalteng sendiri akan menempati gedung baru yakni Menara Bank Kalteng yang rencananya akan dibangun pada 2021 mendatang.

“Tentunya kita inginkan agar aset itu tidak terbengkalai dan mubazir, harus bisa digunakan kembali supaya menjadi tambahan PAD lagi buat kita. Terserah mau dibuatkan kantor cabang atau apapun disitu, karena tetap menjadi aset kita yang berharga. Sayang sekali kan kalau pengelolanya yang dalam hal ini Bank Kalteng tidak menempatinya lagi, namun gedung itu tidak terurus,” ucap Natalia.

Politisi dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini menyebutkan, keberadaan aset gedung Bank Kalteng yang lama tersebut dianggap sangat strategis dan bisa dibuatkan apapun yang memberikan dampak positif bagi penerimaan daerah Kalteng. Bahkan kalau bisa untuk gedung KONI atau Dispora Kalteng bisa pindah kesana.

“Jadi tergantung dari pihak bank itu sendiri, tapi pasti nanti adalah gedung itu akan dijadikan apa. Bisa saja nanti gedung itu digunakan sebagai gedung Koni atau Dispora menggunakan sistem barter kan, tapi itu masih belum dibahas, karena memang kami belum membahas terkait hal tersebut, baru membahas terkait penyertaan modalnya saja,” tutup Natalia. bob

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas