Ini Penyebab Lonjakan Covid-19 di Kalteng

  • Whatsapp
Ini Penyebab Lonjakan Covid-19 di Kalteng
Bupati Kotim H Supian Hadi - Kepala Dinkes Kalteng dr Suyuti Syamsul
iklan atas

**Kotim Pertimbangkan PSBB
PALANGKA RAYA- Jumlah kasus baru terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kalimantan Tengah (Kalteng) belakangan ini melonjak cukup signifikan. Dalam 3 hari berturut-turut saja, ada penambahan kasus baru sebanyak 122 di beberapa kabupaten dan Kota Palangka Raya.

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng dr Suyuti Syamsul menyampaikan, faktor terjadinya peningkatan kasus positif karena tracing agresif dan tingkat penularan yang tinggi. Selain itu, ditambah adanya kasus impor beberapa hari ini.

“70 persen kasus positif baru Covid-19 didominasi orang tanpa gejala. Kami tidak tahu kapan berakhir. Ini sangat tergantung pada semua pihak mematuhi protokol kesehatan,” kata Suyuti, Selasa (22/9).

Menurut Suyuti, penambahan kasus akan terus meningkat seiring semakin gencarnya tracing kasus oleh Satgas Covid-19 di masing-masing kabupaten/kota. Bisa saja kalau mau sedikit jumlah terkonfirmasi kasus baru, tidak usah melakukan tracing dan testing.

Namun, lanjut Suyuti, kalau lonjakan kasus Covid-19 karena tracing dan testing yang dilakukan, malah sangat bagus. Hanya, ia tetap mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. Sebab, pandemi Covid-19 di Kalteng belum tahu kapan berakhir. Memang sebelumnya pernah diprediksi September, tetapi ternyata meleset.

Pertimbangkan PSBB
Angka kejadian kasus Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menunjukkan peningkatan setiap harinya. Bahkan, hingga Selasa (22/9), dari data Tim Gugus Tugas Covid-19 sudah menginfeksi 251 warga di Kotim. Rincinya, 101 orang masih dalam perawatan, 144 dinyatakan sembuh, dan 6 orang meninggal dunia.

Terkait tren peningkatan kasus ini, Bupati Kotim H Supian Hadi mengatakan, tengah mempertimbangkan untuk penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kalau angka positif Covid-19 ini terus meningkat dan tak terkendali, hingga terjadi transmisi lokal, maka PSSB bisa saja kita ambil. Apalagi kalau sudah mencapai 300-350 kasus atau bahkan lebih,” ujarnya, Selasa.

Dia menyadari, PSBB akan sangat dirasakan dampaknya dari sektor perekonomian. Tapi kebijakan tersebut bisa saja diambil untuk menjaga masyarakat Kotim agar tidak terinfeksi virus berbahaya tersebut secara luas.

Saat ini Supian terus menginstruksikan jajaran Satgas Penanganan Covid-19 Kotim untuk selalu memantau perkembangan itu, seraya mengintensifkan pendisplinan protokol kesehatan. Dia pun tidak bosan-bosannya terus mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Apalagi saat ini sudah mulai bermunculan klaster keluarga.

“Upaya gugus tugas dalam mengendalikan kasus Covid-19 ini sudah banyak dan beragam. Hingga upaya pendisiplinan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Tapi upaya ini tidak akan maksimal kalau tidak diiringi dengan kesadaran masyarakat untuk memulai disiplin dari diri sendiri,” tegasnya. yml/c-may

iklan atas

Pos terkait

iklan atas