Sabu Rp400 Juta Simpan di Anus

  • Whatsapp
Sabu Rp400 Juta Simpan di Anus
RILIS - BNNK Kobar menggelar rilis terkait kasus penyelundupan Narkotika jenis sabu seberat 2 ons senilai Rp400 juta di Bandara Iskandar Pangkalan Bun dari Bandara Ahmad Yani Semarang. TABENGAN/YULIANTINI
iklan atas

Dari Medan Transit di Semarang, Ditangkap di Bandara PBun
PANGKALAN BUN – Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Barat berhasil menggagalkan penyeludupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 2 ons senilai Rp400 juta. Untuk kelabui petugas, pelaku yang berinisial MN (31) menyembunyikan sabu dalam anusnya.

Kepala BNNK Kobar AKBP I Wayan Korna dalam kegiatan press rilis, Selasa (22/9), mengatakan modus yang dipakai pelaku dengan menyembunyikan sabu dalam anus merupakan modus di Indonesia, karena modus tersebut pernah digunakan warga dari Nigeria.

“Sepertinya pelaku ini belajar teknik menyimpan sabu ini terbilang baru digunakan di Indonesia. Namun demikian berkat kerjasama yang sangat luar biasa, baik dari Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Iskandar Pangkalan Bun, Kapolres dan Danlanud Iskandar, kami berhasil menangkap tersangka di Bandara Iskandar Pangkalan Bun pada hari Sabtu (19/9),” kata Kepala BNNK Kobar AKBP I Wayan Korna, dalam kegiatan pres rilis yang juga dihadiri Kepala UPBU Iskandar Pangkalan Bun Zuber dan Kasat Narkoba Polres Kobar Iptu M Nasir, Selasa siang.

Menurutnya, penangkapan terhadap tersangka berkat informasi dari masyarakat yang dapat di percaya, dimana MN membawa barang yang diduga sabu dari Medan, Sumatera Utara. Tersangka melakukan perjalanan melalui udara dari Medan kemudian transit di Jakarta, lanjut ke Semarang dengan tujuan kota Pangkalan Bun.

“Awalnya pelaku ini menyangkal dengan menyampaikan sumpah yang sangat luar biasa, kami memang kesulitan untuk membuktikan kebenarannya, namun kami berkeyakinan, dengan bantuan semua pihak terkait akhirnya kita temukan barang yang dikemas dalam plastik, dan disembunyikan dalam anus,” ujar I Wayan Korna.

Kini barang yang diduga sabu ini akan dilakukan pemeriksaan di Laboratorium tetapi pihaknya tetap beryakinan itu sabu, tinggal menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. “Selain mencoba melawan, juga akan melarikan diri, sehingga kami pun harus melumpuhkan pelaku dengan timah panas. Ini sebagai peringatan bagi pelaku lainnya, jangan coba coba bermain di Pangkalan Bun, karena kami akan tegas tanpa pandang bulu, ” tegas I Wayan Korna. c-uli

 

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas