Wali Kota Tinjau Titik Genangan Air

  • Whatsapp
Wali Kota Tinjau Titik Genangan Air
TINJAU - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin saat melakukan peninjauan di Jalan G Obos XII yang tergenang air cukup tinggi, Senin (21/9) malam. TABENGAN/RONNY GUNTUR
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Senin (21/9) petang, Kota Palangka Raya dan sekitarnya diguyur hujan lebat selama beberapa jam. Alhasil, sejumlah titik di kota setempat khususnya pada kawasan permukiman dan jalan protokol yang tidak memiliki saluran drainase yang layak, tergenang air hingga setinggi 30 sentimeter. Tentu hal itu langsung menjadi perhatian masyarakat, yang merasa cukup terganggu dengan adanya genangan air tersebut.

Bergerak cepat, tepat pukul 20.00 WIB Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin didampingi oleh pimpinan instansi terkait dilingkungan Pemerintah Kota (Pemko) seperti Kepala Dinas PUPR Arbert Tombak dan Kepala Dinas Perkimtan Imbang Triatmaji, langsung turun melihat titik-titik genangan air yang menjadi laporan masyarakat.

Adapun titik yang ditinjau oleh Fairid, antara lain bilangan Jalan Beliang, Jalan Rajawali, Jalan G Obos XII dan Jalan Temanggung Tilung. Pada kesempatan itu juga, dirinya langsung bertemu dengan masyarakat sekitar untuk mendengar bagaimana keluhan masyarakat atas terjadinya genangan air tersebut.

“Kondisi ini lebih kepada genangan air, bukan banjir seperti yang terjadi di wilayah lain. Sudah kita tinjau titik-titik yang dalam laporan tergenang air, tapi saat kita datang sudah surut kembali. Sekalian juga kami melihat wilayah yang menjadi langganan genangan air serta memantau kondisi drainase yang ada saat ini,” ujar Fairid saat diwawancarai Tabengan.

Adapun yang menjadi penyebab tergenangnya kawasan tersebut, diungkapkannya sangat bervariasi. Mulai dari adanya sedimentasi tanah dan lumpur yang menyebabkan pendangkalan drainase, kemudian tersumbat sampah, tertutup bangunan masyarakat, dan bahkan memang ada beberapa wilayah yang belum memiliki saluran drainase.

“Kepada masyarakat, kami berharap kesabarannya. Sebab pembangunan drainase serta normalisasi saluran air perkotaan terus kami laksanakan. Program swakelola juga terus berjalan,” tuturnya.

Kondisi saat ini, diakui Fairid cukup berat. Terlebih dengan adanya pandemi Covid-19, sehingga fokus Pemko terpecah. Memang pada tahun 2020 ini, program utama yang dimiliki Pemko dikatakannya adalah pembangunan infrastruktur. Namun pada kenyataannya, ditengah jalan mulai merebak pandemi Covid-19, dimana pemerintah daerah dikatakannya dituntut untuk melakukan percepatan penanganan serta penanggulangan virus tersebut.

“Di sinilah Pemko harus bisa memilah secara jeli antara memutus mata rantai pandemi Covid-19, masuknya musim penghujan dan memperhatikan infrastruktur. Adanya pandemi ini bukan berarti pembangunan drainase-drainase ini tak berjalan, tapi tetap berlanjut. Bahkan kami siapkan strategi pembiayaan untuk mengejar ketertinggalan. Jadi kami mohon pengertian masyarakat agar tetap bersabar menanti pembenahan infrastruktur ini,” pungkasnya. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas