Rahasia di Balik Disiplin dan Ketegasan Edy Pratowo

  • Whatsapp
Rahasia di Balik Disiplin dan Ketegasan Edy Pratowo
FOTO BERSAMA- Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo bersama kelima saudaranya. Dari kanan, Mayor Inf Yedi Yulianto, Deni Widanarni SE MM, Letkol Arh Dekki Widiatmoko ST MTr, Edi Pratowo SSos MM, Mayor Arh Heri Nugroho Amd STr dan Kombes Pol Jemi Junaidi SIP MM. ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan- Nama H Edy Pratowo SSos MM kian ramai dibicarakan berbagai kalangan masyarakat di Kalimantan Tengah (Kalteng). Bahkan, foto Bupati Pulang Pisau (Pulpis) dua periode ini dalam beberapa pekan terakhir banyak bertebaran di media sosial, baik Facebook, Instagram maupun medsos lainnya.

Hal itu karena, orang nomor satu di Pulpis itu telah resmi mendaftar sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur Kalteng mendampingi sang petahana H Sugianto Sabran di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalteng, 9 Desember 2020 mendatang.

Alhasil, pendaftaran dirinya yang berpasangan dengan Gubernur Kalteng periode 2016-2021 itu pun membuat banyak kalangan penasaran dengan latar belakangnya. Termasuk rahasia kedisiplinan dan ketegasannya saat menjadi Anggota DPRD Kapuas, Ketua DPRD Pulpis, Wakil Bupati Pulpis hingga Bupati Pulpis dua periode.

Setelah ditelusuri, ternyata Edy Pratowo yang lahir di Palangka Raya dibesarkan di lingkungan keluarga TNI. Bahkan, sebagian besar saudaranya saat ini tergabung dalam kesatuan TNI maupun Polri. Ayahnya merupakan Purnawirawan TNI berpangkat Kapten Cpl Soeyono dan sang ibu bernama Suyani.

Politisi andal dari Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut terdiri dari enam bersaudara. Tiga di antaranya berprofesi sebagai tentara, satu orang polisi dan seorang lagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sehingga terlihat jelas bahwa ketegasan dan kedisiplinan tersebut benar-benar dipengaruhi dari lingkungan TNI.

Adapun keenam saudaranya itu, Mayor Infantri Yedi Yulianto yang berdinas di Badan Intelijen Negara (BIN) wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel), Deni Widaharni SE MAB bekerja sebagai ASN di Kabupaten Pulpis, Letkol Arh Dekki Widiatmoko ST MTr T berdinas sebagai Kepala Program Studi Tehnik Elkasista Poltekad, Mayor Arh Heri Nugroho Amd STr berdinas di Dislibang TNI di Bandung, dan Kombes Pol Jemi Junaidi SIK MM sebagai Ka SPN Polda Sulawesi Tenggara.

Perjalanan karier politik Edy juga bukan kaleng-kaleng atau karbitan. Sebab, pertama kali dia dipercaya menjadi Anggota DPRD Kabupaten Kapuas periode 1999-2003, Ketua DPRD Pulpis periode 2003-2008, Wakil Bupati Pulpis periode 2008-2013 dan Bupati Pulpis periode 2013-hingga saat ini.

Pria ini sering mendapat nasihat dari orang tua dan saudara-saudaranya agar menjaga nama baik keluarga, memimpin secara adil, tulus serta bermanfaat bagi banyak orang.

“Jadi, saya dari dulu sampai sekarang, tidak mau neko-neko (berbuat yang aneh-aneh). Saya menjalankan tugas berdasarkan aturan dan harus benar-benar bermanfaat bagi banyak orang. Saya tidak ingin membuat malu nama keluarga,” kata suami dari Hj Nunu Adriani SE MPd itu.

Berkat disiplin dan ketegasan ala tentara serta diikuti dengan dedikasi yang tinggi, dia pun mampu dan berhasil membuat tata kelola aset di Pulpis menjadi lebih baik, meraih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) empat kali secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Kemudian, selama memimpin Kabupaten Pulpis, Edy bahkan membangun infrastruktur jalan dan jembatan dengan kondisi mantap dan baik sepanjang 1.179,667 kilometer, serta irigasi sepanjang 270 kilometer.

Tingkat kepedulian ayah dari tiga anak itu terhadap masyarakat adat juga sangat tinggi. Hal itu dibuktikan dengan telah ditetapkannya Pulau Barasak di Desa Pilang, Kecamatan Jabiren Raya tahun 2019 menjadi hutan adat dengan luas areal 102 Ha.

“Setahu saya, hutan adat yang ada di Pulpis ini masih satu-satunya di Kalteng sampai saat ini. Setahu saya ya,” ungkapnya.

Sementara untuk mendukung program Pusat Ketahanan Nasional (Food Estate) di daerahnya, Edy berhasil melakukan intensifikasi lahan eksisting seluas 10 ribu Ha, optimalisasi lahan  non existing seluas 19.950 Ha, serta potensi perluasan lahan pertanian seluas 11.509 Ha dan luas HTR 1.912 Ha.

“Pada tahun 2017 kami memperoleh penghargaan Satya Lencana Wirakarya karena berhasil meningkatkan produksi padi di atas 5 persen,” kata Edy.

Sementara itu, Dekki Widiatmoko, kakak kandung Edy, ketika ditanya terkait pencalonan adiknya sebagai Wagub Kalteng mendampingi H Sugianto Sabran, tentu mendoakan yang terbaik.

“Sebagai keluarga tentu memberikan semangat dan dorongan kepada saudara kami, meski tidak bisa berbuat banyak, tapi minimal doa adalah motivasi utama untuk Edy Pratowo,” kata Dekki.

Sebab itu, dia juga berpesan agar nantinya Edy harus terus menjaga kesehatan dan amanah, serta tidak boleh melupakan asal usul dari mana dirinya berasal.

“Dia harus terus  menjaga hubungan baik dengan semua lapisan masyarakat serta menjadi pemimpin yang baik dan amanah serta mengayomi seluruh lapisan masyarakat, apabila kepercayaan diberikan kepadanya,” pesan Dekki. sgh

iklan atas

Pos terkait

iklan atas