RENUNGAN – MANUSIA BAGAIKAN RUMPUT

  • Whatsapp
RENUNGAN - MANUSIA BAGAIKAN RUMPUT
iklan atas

Oleh Pdm. Elhanan B.Y. Dugau
Gembala Sidang Jemaat Kristus Gembala Palangka Raya
Salam Persekutuan kita Filadelfia, Kasih Persaudaraan. Pertama-tama Segala hormat Puji dan Syukur hanya kita persembahkan kepada Kristus sebagai Kepala Mempelai Pria Sorga yang adalah sebagai kepala bagi gereja-Nya Penanggungjawab keselamatan bagi kita sekalian.

Kita patut bersyukur kepada Kristus sebagai Kepala karena sampai saat ini walupun kita bagaikan selalu diperhadapkan dengan maut dengan adanya Pandemi melewati Covid-19 ini (2 Kor 4:10-11 ; Efesus 5 : 23) tetapi manakala kita selalu menempatkan Kristus sebagai kepala maka Dialah yang bertanggungjawab terhadap keselamatan kita. Amin !

Kita membaca pada Yesaya 40:6-11 : (6) Ada suara yang berkata: “Berserulah!” Jawabku: “Apakah yang harus kuserukan?” “Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. (7) Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. (8) Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.” (9) Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: “Lihat, itu Allahmu!” (10) Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. (11) Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-
Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

Ay. 11 ini berbicara tentang penggembalaan dan Tuhan mau supaya kita sebagai orang-orang Kristen harus digembalakan menjadi domba-domba yang mau digembalakan atau dengan kata lain janganlah menjadi domba yang liar. Sebagai gembala maka gembala yang baik itu dia akan menghimpunkan domba-domba itu agar domba itu tidak tercerai berai.

Suatu keuntungan manakala domba-domba itu ada ada dalam penggembalaan maka domba-domba itu akan selalu dibela dan dipelihara bahkan gembala yang baik selalu menyertai dan bertanggungjawab terhadap keselamatan domba-domba yang mau digembalakan. Tetapi sesuai dengan Yohanes 10:3-5  agar domba-domba itu selalu digembalakan maka domba-domba itu harus peka terhadap suara gembala, apa itu suara gembala itulah Suara Firman Tuhan dalam bentuk Firman Pengajaran, karena untuk domba digembalakan maka seperti apa yang tertulis dalam Markus 6:34 berkata “Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu Mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka”

Kalau kita membaca secara utuh dari Yesaya 40:6-11 disini ada suara yang berkata itulah Sion, suara Pembawa Kabar baik dan juga Yerusalem Pembawa Kabar Baik. Sekarang kita lihat apa yang diperdengarkan dari sion dan Yerusalem, kita baca dalam Yesaya 2:2-.3 Singkatnya suara yang keluar dari sion dan Yerusalem itulah Suara Firman Pengajaran sebab dari Sion akan keluar Pengajaran dan Firman Tuhan dari Yerusalem dan jika disimpulkan isi dari suara Firman Pengajaran berdasarkan Yes 40:6-8 ini berkata bahwa manusia adalah seperti rumput, ditambah lagi dalam Mazmur 103:15

Sekarang kita sebagai manusia harus menyadari bahwa seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan kalau ada kemuliaannya hanyalah bagaikan bunga rumput dan semuanya ini hanyalah sementara. Rumput itu tempatnya ada di bawah dan rumput itu selalu diinjak orang artinya sebagai manusia ini harus ada kerendahan hati dan mau rendah hati karena sebagai manusia ini sebenarnya tidak ada yang dapat disombongkan karena mansuai ini hanyalah seperti rumput bahkan dikatakan dalam Mazmur 102:12 bahwa manusia ini hari-harinya seperti bayang-bayang yang memanjang dan seperti rumput yang mudah layu, tetapi manakala hari demi hari kita mau rendah hati baik terhadap sesama terlebih dihadapan Tuhan maka sesuai Mazmur 68 : 20–21 Tuhanlah yang menanggung hari demi hari kita dan bahkan hari demi hari kita Allah-lah yang menjadi keselamatan bagi kita dan yang menyelamatkan bahkan yang meluputkan kita daripada maut.

Kalau tadi dikatakan dalam Mazmur 103:15 ; Mazmur 102:12 bahwa manusia ini hari-harinya bagaikan rumput maka disimpulkan bahwa setiap hari kita sangat perlu Tuhan dalam kehidupan kita sebab keselamatan yang kita nanti-nantikan itu hanyalah daripada Tuhan Yesaya 25:8-9. Amin!

iklan atas

Pos terkait

iklan atas