KALTENG DIKEPUNG BANJIR

  • Whatsapp
KALTENG DIKEPUNG BANJIR
NAIK PERAHU- Warga Tumbang Liting, Kabupaten Katingan terpaksa mempergunakan perahu untuk beraktivitas sehari-hari akibat rumahnya dikepung banjir.
iklan atas

KASONGAN/tabengan.com– Sejumlah daerah di Provinsi Kalimantan Tengah masih dikepung banjir. Hingga Jumat (18/9), luapan air sungai yang menggenangi wilayah Kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur, Lamandau dan Gunung Mas dan Kapuas belum kering seperti sedia kala.

Untuk melihat kondisi masyarakat yang terdampak banjir, Wakil Bupati (Wabup) Katingan Sunardi NT Litang melakukan pengecekan tempat pengungsi korban banjir di posko utama di Taman Religius Kasongan, Jumat siang.

Dari hasil pengecekan, jumlah pengungsi tercatat ada 212 jiwa. Mereka merupakan korban banjir di Kecamatan Katingan Hilir yang tempat tinggalnya kebanjiran dengan ketinggian air sekitar 1,5 meter.

Menurut Sunardi, ratusan korban banjir yang mengungsi tidak hanya diberikan bantuan tempat tidur, tapi juga disediakan makanan dan minuman gratis dan pengobatan gratis dari Dinas Kesehatan. Bahkan, ada pula yang membantu selimut untuk mereka.

Di tempat pengungsian, Pemkab Katingan melalui Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan juga mendirikan dapur umum dan pos pelayanan kesehatan.

Hingga berita ini ditulis, banjir masih menerjang Kecamatan Katingan Hilir, Tasik Payawan dan Kamipang. Sedangkan di Kecamatan Bukit Raya, Marikit, Katingan Hulu dan Sanaman Mantikei serta Katingan Tengah, Pulau Malan, sudah mulai surut.

Sementara di ruas Jalan Kasongan-Kereng Pangi, Kecamatan Katingan Hilir terdapat titik-titik jalan terendam air setinggi 50 Cm, atau selutut orang dewasa, sehingga banyak kendaraan roda dua yang mogok.

Di Sampit, Bupati Kotim H Supian Hadi meminta kepada warga yang lokasinya terdampak banjir agar selalu menjaga kesehatan. Dia mengimbau waspada terhadap penyakit-penyakit yang biasa muncul saat bencana banjir seperti diare.

“Saya meminta semua warga waspada terhadap penyakit yang mungkin muncul ketika banjir, terutama diare sangat rentan menyerang anak-anak,” ujarnya, Jumat.

Supian juga minta instansi terkait segera memberikan pemeriksaan kesehatan kepada korban banjir, sehingga jika ada korban yang mengalami sakit dapat segera tertangani.  Posko banjir Kotim dipastikan akan selalu memonitor kondisi dan perkembangan di lokasi banjir.

Upaya penanganan dampak banjir terus juga dilakukan Pemkab Lamandau. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali dilanjutkan penyaluran bantuan sembako kepada warga yang terdampak banjir, Jumat.

Dalam rapat Tim Satgas Batingsor (Banjir, Angin Puting Beliung dan Tanah Longsor) Kabupaten Lamandau yang dipimpin Ketua Pelaksana Harian Satgas Edison Dewel, titik distribusi sembako kali ini adalah warga di Kelurahan Nanga Bulik.

“Hari ini kita melanjutkan pendistribusian logistik paket sembako kepada warga terdampak banjir di Kelurahan Nanga Bulik, di antaranya warga di lingkungan RT 10b dan RT 12c,” ungkap Edison.

Bantuan paket sembako sementara diprioritaskan kepada warga terdampak banjir yang sama sekali belum pernah mendapat bantuan pada banjir sebelumnya.

“Peket sembako ini merupakan bantuan dari Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran. Kami di sini menyalurkan kepada masyarakat yang berhak berdasarkan hasil pendataan, baik yang dilakukan oleh kelurahan maupun pihak kecamatan,” ujarnya.

 

Ribuan Rumah Terendam

Banjir juga melanda Kabupaten Gumas. Sebanyak 1.000 lebih rumah warga di 9 kecamatan di Gumas terendam banjir akibat tingginya curahan hujan di wilayah setempat.

“Seribu lebih rumah yang terendam banjir itu tersebar di beberapa desa dan kelurahan di 9 kecamatan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunung Mas (Gumas) Muliadi di Kuala Kurun, baru-baru ini.

Sembilan kecamatan tersebut adalah Damang Batu, Miri Manasa, Kahayan Hulu Utara, Tewah, Kurun, Rungan Hulu, Rungan, Mihing Raya dan Sepang. Sedangkan untuk kecamatan lain seperti Rungan Barat, Manuhing, dan Manuhing Raya tidak ada informasi terjadi banjir.

Menurut dia, banjir terjadi sejak 13 September 2020 di Damang Batu, Miri Manasa dan Kahayan Hulu Utara. Pada 14 September banjir terjadi di wilayah Tewah, Kurun, Rungan Hulu, dan Rungan. Berlanjut ke Mihing Raya dan Sepang yang informasi lebih rinci dari petugas siaga tingkat desa/kelurahan dan kecamatan masih ditunggu.

“Beberapa hari sebelum terjadi banjir, hujan dengan intensitas tinggi terjadi di daerah hulu Sungai Kahayan dan Miri serta Rungan. Hal itu yang menyebabkan air Sungai Kahayan dan Miri serta Rungan meluap, dan mengakibatkan sejumlah rumah yang berada di bantaran sungai terkena banjir,” katanya.

Untuk ketinggian air, ujar dia, antara satu titik dan titik lainnya bervariasi, tergantung lokasi serta tinggi rendahnya perumahan penduduk. Rumah yang berada di bantaran sungai yang paling terdampak banjir.

Dikatakan, banjir yang terjadi saat ini di luar perkiraan BPBD Gumas, karena awalnya diperkirakan selama September 2020 di Kabupaten Gumas rawan terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan.

Kapuas Banjir

Ratusan rumah warga dan fasilitas umum di tiga desa di Kecamatan Mandau Talawang, Kabupaten Kapuas, terendam banjir.
“Ada tiga desa yang sebagian wilayahnya terendam banjir, yakni Desa Sei Pinang, Desa Tanjung Rendan dan Desa Jakatan Masaha,” kata Camat Mandau Talawang Mujiono di Kuala Kapuas, Rabu (16/9).
Banjir ini merupakan banjir musiman yang setiap tahun terjadi, akibat hujan dengan intensitas tinggi membuat Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas meluap sehingga menimbulkan banjir di daerah setempat.c-dar/ant/c-may/c-kar/ist

iklan atas

Pos terkait

iklan atas