TANGANI COVID-19 – Sudah Rp70 M Dikucurkan ke RSUD Doris Sylvanus

  • Whatsapp
TANGANI COVID-19 - Sudah Rp70 M Dikucurkan ke RSUD Doris Sylvanus
Direktur RSUD dr Doris Sylvanus drg Yayu Indriati
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com– Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memberikan dukungan anggaran kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus Palangka Raya untuk keperluan menangani pasien positif Covid-19.

Direktur RSUD dr Doris Sylvanus drg Yayu Indriati menyampaikan, dukungan dari pemerintah sangat luar biasa. Pihaknya melakukan usul pada setiap rapat anggaran dan pemerintah selalu dukung untuk berbagai keperluan, baik untuk pemeriksaan tes maupun obat-obatan, alat pelindung diri dan kebutuhan lainnya.

“Komitmen gubernur kepada rumah sakit untuk menangani pasien Covid-19 melalui anggaran APBD juga sangat luar biasa. Setiap usulan kami pada saat rapat anggaran selalu didukung,” kata Yayu, Kamis (17/9).

Dukungan anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT) Rp25 miliar, terbaru dari hasil revisi yang kelima dapat tambahan DBH Rp41 miliar. Kemudian yang terakhir diberikan lagi dana DBH Rp4 miliar. Total semua anggaran untuk penanganan Covid 19 melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk RSUD Doris Sylvanus Rp70 miliar.

Sementara itu, Doris Sylvanus sebagai rumah sakit rujukan, menerima pasien positif Covid 19 dengan kriteria sedang dan berat dengan penyakit pernyerta untuk dirawat. Sementara yang kategori ringan dan sedang tanpa penyerta lainnya dirawat di kabupaten/kota.

Menurut Yayu, peningkatan kasus yang terjadi belakangan ini, karena memang proses tracing dan kemudian testing di lapangan cukup banyak. Kadang-kadang di Doris juga ada tes swab dan rapid, karena ada masyarakat yang datang sendiri yang ingin di tes setelah adanya kontak erat atau bergejala. Kemudian pelacakan dari tim di Dinkes juga masif, sehingga memberikan angka jumlah pemeriksaan swab semakin banyak.

“Jadi, memang sebenarnya angka penularan dari usia produktif justru mereka ini yang paling banyak tertular. Justru saya berharap usia produktif ini lebih berhati-hati, karena yang dirawat di Doris ini usia yang sudah tidak muda. Mereka mungkin di rumah, tetapi anaknya yang baru kembali dari tempat kerja itu pulang ke rumah harus mandi, membersihkan diri, di luar harus menggunakan masker,” imbuh Yayu.

Menurut Yayu, meskipun para orang tua berada di rumah, namun tetap memiliki risiko penularan yang tinggi, apalagi sedang sakit. Untuk itu jika datang dari luar rumah harus mencuci tangan, bila perlu mandi setelah itu baru berinteraksi dengan angota keluarga. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas