Bawaslu Heran DPS Kalteng Turun Signifikan

  • Whatsapp
Bawaslu Heran DPS Kalteng Turun Signifikan
Komisioner Bawaslu Kalteng Bidang Pengawasan Siti Wahidah
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Tengah (Kalteng) sudah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng tahun 2020.

DPS yang ditetapkan dalam rapat pleno terbuka, rekapitulasi DPS Kalteng berjumlah 1.682.723 pemilih. Jumlah ini menurun cukup signifikan dibandingkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada 2019 lalu.

Pada pemilihan 2019, DPT ditetapkan sebesar 1.753.224 pemilih, atau turun 70.501 pemilih. Penurunan jumlah ini mengundang tanda tanya dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawalu) Kalteng.

Komisioner Bawaslu Kalteng Bidang Pengawasan Siti Wahidah mengatakan, apa yang ditetapkan KPU Kalteng terkait dengan DPS masih dicermati.

Siti menegaskan, DPS yang ditetapkan KPU Kalteng akan dicermati dalam arti meminta kepada KPU Kalteng bersama dengan KPU Kabupaten dan Kota, untuk mendapatkan penjelasan mengapa terjadi penurunan yang cukup signifikan. Sebab, pada saat pleno rekapitulasi hanya disampaikan berupa data, tanpa adanya penjelasan apa yang menjadi penyebab menurunnya DPS tersebut.

“Bawaslu Kalteng merekomendasikan kepada KPU Kalteng dan KPU Kabupaten dan Kota untuk mencermati bersama hasil DPS yang ada, sebab mengalami penurunan yang cukup signifikan yang disebabkan banyaknya pemilih yang masuk kategori tidak memenuhi syarat (TMS). Mencermati bersama untuk melihat kembali yang ada pada sistem data pemilih (sidalih),” kata Siti, saat dikonfirmasi terkait menurunnya data jumlah pemilih, Kamis (17/9).

Seharusnya, tegas Siti, KPU Kalteng menjelaskan apa yang menjadi alasan begitu banyaknya pemilih yang TMS. Hasil pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan beberapa waktu lalu mengalami penurunan yang sangat signifikan. Bawaslu Kalteng juga meminta apa yang direkomendasikan pada saat pelaksanaan coklit beberapa waktu lalu untuk dapat diakomodir.

Rekapitulasi DPS yang sudah ditetapkan KPU Kalteng, lanjut Siti, Bawaslu Kalteng mengambil sampling untuk melakukan pengawasan. Hasilnya, di Palangka Raya ditemukan sebanyak 1.865 pemilih ganda, dan di Kabupaten Gunung Mas ada 1.183 juga dengan kasus yang sama berupa data ganda. Sebelum ditetapkan menjadi DPT, Bawaslu Kalteng meminta penjelasan terkait dengan penurunan yang cukup signifikan ini. ded

iklan atas

Pos terkait

iklan atas