Banjir Kiriman Masuk Kota Kasongan

  • Whatsapp
Banjir Kiriman Masuk Kota Kasongan
TERUS MELUAS- Banjir di beberapa wilayah di Kalteng terus meluas, seperti di Kabupaten Lamandau yang memasuki Kota Nanga Bulik. TABENGAN/KARAMOI
iklan atas

*9.293 Warga Lamandau Terdampak Banjir
KASONGAN- Banjir kiriman dari wilayah hulu DAS Katingan, sudah memasuki Kota Kasongan, Kabupaten Katingan, dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter. Bahkan, banjir kiriman itu bukan saja terjadi di Kelurahan Kasongan Lama dan Kasongan Baru, tapi juga hampir semua desa di Kecamatan Katingan Hilir.
Menurut Camat Katingan Hilir Kariadie kepada sejumlah media, Kamis (17/9), sejumlah permukiman penduduk di Desa Tumbang Liting, Desa Tewang Kedamba, Desa Hampalit dan 3 desa lainnya, terendam banjir.
Banjir kiriman yang bertahan 5 hingga 7 hari ini cukup membuat pusing masyarakat setempat. Karena, di samping mengganggu aktivitas bekerja sehari-hari, juga sibuk mengurus barang-barang yang ada di dalam rumahnya masing-masing.
“Pasalnya, air banjir kiriman ini bukan saja menggenangi ruas jalan, tapi juga menggenangi rumah mereka,” terang Camat Katingan Hilir.
Untuk menindaklanjuti hal tersebut, sejak Rabu (16/9), pihak Kecamatan Katingan Hilir sudah melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang rumahnya tidak bisa lagi sebagai tempat tidur, lantaran air banjir memasuki rumah dengan ketinggian 1,5 meter.
“Jumlah masyarakat yang sudah kami evakuasi ke dataran yang lebih tinggi, sekitar 106 jiwa,” ujarnya.
Adapun tempat yang disiapkan untuk pengungsian yaitu di Taman Religius, dekat Jembatan Sei Katingan. Di tempat tersebut, mereka bukan saja diberi tempat berteduh, tapi juga diberi makanan dan minum, serta diberikan pelayanan gratis oleh tim medis dari Dinas Kesehatan setempat.
Menurutnya, jumlah korban terdampak banjir kiriman berdasarkan data yang dikumpulkan sejak hari pertama hingga hari ketiga ini mencapai 10 ribu jiwa. Sedangkan bantuan yang sudah diperoleh sebagian masyarakat di Kecamatan Katingan Hilir sampai Kamis (17/9), ada dari Polda Kalteng dan ada pula dari TNI.
‚ÄúSementara untuk bantuan dari Dinsos Katingan, sampai hari ini data korban sudah masuk, tinggal menunggu prosesnya saja,” pungkasnya.

Debit Air Lamandau Naik
Sementara itu, meski di wilayah hulu Lamandau banjir sudah mulai surut, namun di bagian hilir seperti halnya Kota Nanga Bulik debit air justru semakin naik.
Hingga Kamis pagi, Tinggi Muka Air (TMA) di DAS Lamandau mencapai level 791 Cm. Ketinggian air itu mengalami kenaikan 4 Cm dibanding pada Rabu petang lalu.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau Edison Dewel menyebut, hingga Kamis pukul 11.50 WIB, sudah lebih dari 9 ribu jiwa dari 3 ribu lebih KK di 35 desa yang tersebar di 7 kecamatan terdampak banjir.
“Masyarakat kita yang terdata sebagai warga terdampak banjir sudah tembus di angka 9 ribu jiwa dari 3.500-an KK,” ungkapnya.
Dari jumlah itu, lanjut dia, sebagian warga tinggal di tempat pengungsian, baik di pos-pos yang telah disiapkan ataupun menumpang sementara di rumah sanak keluarga lain yang lebih aman.
“Hingga saat ini, Satgas Banjir Angin Puting Beliung dan Longsor (Batingsor) Kabupaten Lamandau terus melakukan upaya-upaya penanganan, di antaranya melakukan monitoring, pemantauan cuaca dan kondisi sungai, koordinasi dengan semua pihak terkait pendistribusian bantuan logistik,” ujarnya.
Sebelumnya, saat meninjau banjir sekaligus mengunjungi korban banjir yang berada di pengungsian, Bupati Lamandau H Hendra Lesmana mengajak kepada warga agar dapat bersabar atas musibah banjir kali ini.
“Musibah (banjir) ini kita rasakan bersama. Tentu kita harus bersabar dan berdoa semoga banjir segera berlalu,” ucap orang nomor satu di Bumi Bahaum Bakuba itu.
Bupati Hendra mengingatkan kepada warga meskipun berada di pengungsian agar tetap menerapkan protokol kesehatan, misalnya tetap menggunakan masker. c-dar/c-kar

iklan atas

Pos terkait

iklan atas