Pejabat Mesum Divonis 1,5 Tahun

  • Whatsapp
Pejabat Mesum Divonis 1,5 Tahun
ILUSTRASI
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Sidang yang mendudukkan oknum pejabat penyebar video mesum AH sebagai terdakwa, telah diputus di Pengadilan Negeri Palangka Raya, Rabu (16/9). AH divonis 1,5 tahun penjara dan denda Rp5 juta subsidair 4 bulan penjara oleh Majelis Hakim.

Vonis tersebut lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum dengan pidana 1 tahun penjara dan denda Rp2 juta subsidair 2 bulan penjara. Mantan pejabat struktural salah satu kantor dinas Provinsi Kalteng itu terjerat pidana Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) karena menyebar foto dan video hubungan intim dengan selingkuhannya berinisial Ek.

Dalam dakwaan JPU, perkara berawal sekitar Agustus 2019 ketika AH berkenalan dengan korban, Ek melalui media sosial Facebook dan sering berkomunikasi melalui Messenger dan WhatsApp. Sekitar November 2019 korban dan AH menjalin hubungan pacaran.

Sejak November 2019, korban dan AH sering melakukan hubungan suami istri atas permintaan AH. Selama melakukan hubungan suami istri tersebut, AH seringkali mendokumentasikan dengan cara mengambil video adegan intim mereka dengan alasan sebagai koleksi AH sampai tutup usia.

Jika korban melarang, maka akan diancam dengan pisau dan gunting. Namun sekitar Desember 2019 korban tetap memutuskan hubungan pacaran dengan terdakwa. AH rupanya tidak terima dengan putusnya hubungan gelap tersebut. Dia mengancam akan menyebarkan video tersebut ke kampus anak korban dan mengirimkan juga ke suami korban. Akhirnya AH mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada saksi Ya yang berisi foto dan video korban tanpa menggunakan  busana dan disertai dengan kalimat “kenal lah”, Jumat (7/2).

Usai menerima pesan tersebut, Ya langsung memberitahukannya kepada korban. AH juga mengirimkan pesan berupa video dan foto korban yang bermuatan asusila kepada saksi Sri melalui Messenger dan WhatsApp dengan menggunakan akun Facebook dan akun WhatsApp, setelah mendapatkan pesan tersebut Sri langsung menghubungi korban.

Akibat perbuatan AH tersebut korban sangat sakit hati, kecewa, dan malu karena foto dan video yang bermuatan asusila tersebut telah disebar oleh terdakwa kepada orang-orang terdekat korban. Tidak terima dengan perbuatan AH, korban mengadukan kejadian itu ke aparat Polda Kalteng.

Dalam pemeriksaan, tujuan AH mengirimkan dan menyebarkan foto dan video asusila dengan korban adalah karena terdakwa merasa sakit hati dengan korban yang telah memutuskan hubungan pacaran, sementara hubungan keduanya telah diketahui oleh istri AH. Selain itu, AH juga menuntut penjelasan keputusan korban memutuskan hubungan.

Perbuatan AH yang dengan sengaja telah mentransmisikan informasi elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sesuai Pasal 45 Ayat 1 Jo pasal 27 Ayat 1 Jo pasal 29 UU RI No 19/2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11/2008 tentang ITE. dre

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas