PT Sarana Kalteng Ventura Miliki 500-an Debitur UMKM

  • Whatsapp
PT Sarana Kalteng Ventura Miliki 500-an Debitur UMKM
Direktur PT Sarana Kalteng Ventura (SKV), Titiran Phaing Kanisa dan kantor PT Sarana Kalteng Ventura (SKV)
iklan atas

Titiran Phaing

 

 

PALANGKA RAYA/tabengan.com-PT Sarana Kalteng Ventura (SKV), salah satu industri jasa pembiayaan yang tetap esis memberikan pinjaman modal usaha kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha.

Direktur PT Sarana Kalteng Ventura (SKV), Titiran Phaing Kanisa mengatakan bahwa saat ini PT SKV memiliki sekitar 400 hingga 500 debitur, yang terdiri dari berbagai jenis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Namun diakui Titiran, selama kurang lebih 9 bulan ini akibat dampak pandemi yang berkepanjangan sangat berpengaruh terhadap industri jasa pembiayaan. Dimana baik nasabah atau pun calon nasabah menahan diri untuk tidak melakukan pinjaman atau mengajukan kredit usaha.

“Sangat terasa, karena 50 persen lebih orang tidak melakukan pinjaman. Sangat drastis turunnya,” bebernya kepada Tabengan, Kamis (17/9).

Titiran mengatakan, sekalipun ada relaksasi melalui dana Corporate Social Resposibility (CSR), namun tidak mudah untuk disalurkan. Hal ini karena salah satu syarat usaha harus tetap berjalan dan dapat menyanggupi untuk membayar.

Terkait upaya memutuskan rantai ketergantungan masyarakat kepada rentenir, Direktur SKV itu menegaskan telah memberi pembelajaran kepada nasabah dan masyarakat agar tidak sampai meminjam dana ke rentenir. Karena bunga yang tinggi dan tidak ada pendampingan kepada peminjam dalam hal managemen usaha.

Oleh sebab itu ujarnya, SKV memiliki program pendampingan bagi nasabahnya dan juga mengedukasi bagaimana membuat pembukuan yang sederhana.

“Minimal 2 tahun sekali ada acara dengan pasangan usaha, berupa seminar dan managemen usaha. Dalam acara tersebut kami juga mengapresiasi nasabah yang berpredikat baik,” ujarnya lagi.

Dia menambahkan para pelaku UMKM mitra SKV yang berusaha bertahan mengubah pola usahanya dengan menggunakan media sosial.

“Untuk itu dirasa perlu juga adakan edukasi yang berhubungan dengan media sosial (medsos). Agar masayarakat khususnya yang menjadi nasabah melek digital dalam hal pengembangan ekonomi,” tandasnya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas