Acuhkan Protokol Kesehatan, Oknum Warga Robek Masker

  • Whatsapp
Acuhkan Protokol Kesehatan, Oknum Warga Robek Masker
Seorang oknum warga merobek masker yang diberikan oleh petugas di Kecamatan Parenggean. ISTIMEWA
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com- Upaya aparat gabungan di Parenggean untuk mendisiplinkan warga di sana agar mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan serta sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 29 Tahun 2020 menghadapi tantangan berat. Selain wilayah tersebut cukup banyak warganya yang terinfeksi Covid-19, kesadaran warga untuk mematuhi protokol kesehatan juga masih kurang. Bahkan, ada oknum warga yang merobek maskes pemberian petugas.

Pasalnya, saat sedang melakukan sosialisasi, seorang warga Parenggean bukannya berterima kasih saat diberikan masker, tetapi malah merobeknya. Hingga memalingkan badannya dari hadapan Kapolsek Parenggean dan sejumlah petugas lainnya.

Saat itu Kapolsek Parenggean Iptu Agung Gunawan, tidak terpancing emosionalnya dan hanya mempertanyakan kepada pria tersebut, kenapa sampai merobek masker yang diberikan petugas. Padahal pria itu tidak memakai masker.

“Kami hanya memberikan masukan, dan kami minta agar memakai masker tersebut. Dan alhamdulillah dia mau mengikuti protokol kesehatan tersebut,” ujar Agung, Kamis (17/9/2020).

Kapolsek mengungkapkan, awal mula kejadian tersebut, saat itu pihaknya bersama unsur kecamatan, TNI, dan petugas kesehatan melakukan sosialisasi Perbup. Saat berkeliling di Pasar Parenggean, mereka menemukan beberapa warga yang tidak gunakan masker.

Melihat hal itu, mereka memberikan peringatan dan sanksi berupa sanksi sosial, yakni ucapan minta maaf kepada masyarakat bahwa dirinya tidak menggunakan masker.

Setelah sanksi sosial tersebut diucapkan oleh pelanggar, Agung pun memberikan masker kepada pria tersebut. Namun bukannya dipasang, malah masker itu dirobek, dan langsung pergi.

Melihat aksi yang dilakukan pria tersebut, petugas lainnya menanyakan kenapa pria itu sampai merobek masker yang diberikan petugas.

“Saat melihat kejadian itu, saya sempat emosi juga. Namun saya tidak mengeluarkan reaksi, karena saya khawatir malah membuat kawan-kawan lainnya tersulut emosi yang berlebihan,” katanya. c-arb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas