Palangka Raya, Bartim dan Barut Risiko Tinggi

  • Whatsapp
Palangka Raya, Bartim dan Barut Risiko Tinggi
Gubenur Kalteng/Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalteng H Sugianto Sabran dan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin
iklan atas

**Tidak Direkomendasikan Tatanan Kehidupan Baru
PALANGKA RAYA- Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran menegaskan, tiga daerah di Kalteng: Kota Palangka Raya, Kabupaten Barito Timur dan Barito Utara tidak direkomendasikan melaksanakan tatanan kehidupan baru.

Alasannya, jelas Sugianto, ketiga daerah tersebut berisiko tinggi atau masuk zona merah berdasarkan hasil penilaian risiko kenaikan kasus penyebaran Covid-19 kabupaten/kota di Kalteng yang dirilis Aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 pada 13 September 2020. Ketiganya berada di level 4.

“Risiko tinggi atau zona merah sebanyak 3 kabupaten/kota, yaitu Palangka Raya dengan skor 1,62, status terdampak; Barito Timur dengan skor 1,42, status terdampak; dan Barito Utara dengan skor 1,79, status terdampak,” jelas Sugianto, saat menyampaikan rilis perkembangan penanganan pandemi Covid-19 sampai dengan pukul 15.00 WIB, Selasa (15/9).

Sementara daerah risiko sedang atau zona oranye sebanyak 10 kabupaten: Kabupaten Katingan dengan skor 1,9, Kotawaringin Barat skor 2,07, Seruyan skor 2,08, Barito Selatan skor 2,1, Pulang Pisau skor 2,11, Kotawaringin Timur skor 2,14, Kapuas skor 2,2, Lamandau skor 2,21, Murung Raya skor 2,23, dan Gunung Mas dengan skor 2,24. Sedangkan Kabupaten Sukamara tidak ada kasus atau zona hijau.

Memerhatikan hasil penilaian risiko tersebut, Gubernur Kalteng selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng mengatakan, berdasarkan Instruksi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng Nomor 01/GT-COVID19/VI/2020 tanggal 11 Juni 2020 tentang Pedoman Penetapan Masa Tatanan Kehidupan Baru Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Wilayah Kalteng, maka Palangka Raya, Bartim dan Barut tidak direkomendasikan.

Sedangkan Kabupaten Katingan, Kobar, Seruyan, Barsel, Pulpis, Kotim, Kapuas, Lamandau, Mura, dan Gumas, hasil skoring berada pada zona risiko sedang atau level 3. Maka, masa tatanan kehidupan baru direkomendasikan dilaksanakan secara terbatas.

“Kabupaten Sukamara yang sudah tidak ada kasus berada pada zona tidak ada kasus atau zona hijau, maka masa tatanan kehidupan baru direkomendasikan dapat dilaksanakan,” katanya.

 

Tekan Sebaran Covid-19
Setelah pada akhir Agustus lalu status risiko kenaikan kasus Covid-19 Kota Palangka Raya sempat berada pada zona oranye atau risiko sedang, kini memasuki pertengahan September kembali menjadi zona merah atau memiliki risiko tinggi (RT).

Menyikapi meningkatnya risiko kenaikan kasus tersebut, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, saat ini pihaknya terus berupaya maksimal dalam menekan angka sebaran. Salah satu yang dilaksanakan adalah menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 26 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi di kota setempat.

“Skor RT kita sempat bertahan lama di bawah angka 1, sehingga risiko sebaran kasus di sini bisa masuk dalam kategori risiko sedang. Namun dinamika di lapangan nyatanya mengakibatkan skor RT di atas 1 serta status kita meningkat menjadi risiko tinggi pada zona merah. Untuk menekannya kembali, makanya diterbitkanlah Perwali tersebut,” ujar Fairid saat dibincangi Tabengan, Rabu (16/9).

Terkait dengan pelaksanaan kebijakan new normal di Kota Cantik, menurutnya, disadari atau tidak, saat ini sudah mulai dijajaki secara step by step. Terlebih dengan terbitnya regulasi yang mengatur secara ketat pendisiplinan protokol kesehatan dalam Perwali, maka sektor perekonomian pun sudah secara perlahan mulai dibangkitkan kembali. Namun dengan catatan, protokol kesehatan harus diutamakan dan mau tak mau wajib dijalankan oleh para pelaku usaha.

“Perwali tersebut juga merupakan cerminan dari mulai dijajakinya new normal di Kota Cantik. Selain terus berupaya menekan angka sebaran kasus positif Covid-19, kita juga berusaha membangkitkan kembali gairah perekonomian yang sempat terpuruk sejak masuknya pandemi itu di sini. Tak hanya ekonomi, pemulihan lintas sektoral kita jalani bertahap, namun tetap memprioritaskan penurunan angka risikonya,” ujar Fairid.

Sebab itu, ia berharap kerja sama dari seluruh pihak, terutama masyarakat dan pihak swasta, untuk bisa membantu Pemerintah Kota dalam memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19.

“Maka dari itu, agar masyarakat tidak lupa dan selalu taat protokol kesehatan. Kita lakukan pengetatan kembali, pengawasan, imbauan dan lain-lain. Mohon kerja samanya, agar jangan sampai kembali seperti awal dulu. Akibatnya sama-sama susah kan. Jadi apabila sudah bagus, ya harus dijaga terus imbauan yang ada sesuai dengan Perwali,” ajak Fairid.

Berdasarkan rilis data Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya per 15 September 2020 pukul 19.00 WIB, telah terakumulasi konfirmasi kasus positif sebanyak 1024 kasus, 162 orang dalam perawatan (15,82 persen), 802 sembuh (78,32 persen), 60 meninggal dunia, 428 suspek dan 0 kasus probabel. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas