KH ANWAR ISA WAFAT – Kalteng Kehilangan Tokoh Panutan Masyarakat

  • Whatsapp
KH ANWAR ISA WAFAT - Kalteng Kehilangan Tokoh Panutan Masyarakat
KALTENG BERDUKA - Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng  H Agustiar Sabran dan sejumlah tokoh agama lainnya, saat di rumah sakit, Rabu (16/9) siang. TABENGAN/LIU
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.comInnalilllahi wainnailaihi rojiun. Kalimantan Tengah berduka. KH Anwar Isa, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalteng, tutup usia di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Rabu (16/9) pagi. Almarhum wafat di usia ke-74 tahun, setelah mengalami sakit dan dirawat di rumah sakit sekitar 2 minggu.

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng  H Agustiar Sabran dan sejumlah tokoh agama lainnya, berdatangan ke rumah sakit untuk menyampaikan belasungkawa dan dukacita.

Innalillahi wainnailaihi rojiun. Atas nama pribadi dan pemerintah provinsi, kami turut berduka atas wafatnya Ketua MUI Kalteng, ayahanda KH Anwar Isa. Beliau sosok panutan bagi umat dan masyarakat, dan guru bagi kami,” kata Sugianto, saat berada di ruang ICU RSDS.

Gubernur Sugianto bersama anak almarhum dan tim medis kemudian membawa jenazah ke ambulans untuk dibawa rumah duka di Kompleks Kampung Baru, Masjid Raya Nurul Islam, Pasar Besar, Palangka Raya.

“Masyarakat kehilangan sosok beliau yang baik, guru dan orang tua semua golongan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Beliau adalah tokoh panutan masyarakat,” kata Sugianto.

Usai membawa almarhum yang juga imam besar Masjid Nurul Islam ke rumah duka, kemudian memanjatkan doa. Rencananya, almarhum akan dimakamkan pada Kamis (17/9), di Kompleks Pemakaman Muslim, Bangaris.

Selama hidupnya, selain menjadi pemersatu umat dan panutan masyarakat, KH Anwar Isa juga rutin menjadi imam salat di Masjid Raya Nurul Islam. Dalam satu bulan terakhir, jarang terlihat memimpin salat karena mengalami sakit dan dirawat di rumah sakit. Namun, sesekali saat sudah mulai membaik dan pulang ke rumah, almarhum melaksanakan salat di masjid.

“Sebelum beliau masuk rumah sakit, ada beberapa kali ikut salat berjemaah dan menjadi imam. Namun, setelah itu beliau diketahui sakit dan dirawat di rumah sakit,” kata Wahyu Alfian, warga Kampung Baru, yang sering salat berjemaah bersama almarhum KH Anwar Isa. ist

iklan atas

Pos terkait

iklan atas