Rompi Pelanggar Protokol Aman

  • Whatsapp
Rompi Pelanggar Protokol Aman
PELANGGAR – petugas ketika menyemprot dan menjemur rompi orange usai dipakai pelanggar, Selasa siang.TABENGAN/RONNY GUNTUR
iklan atas

•Usai Dipakai Langsung Disemprot Disinfektan
PALANGKA RAYA – Kota Palangka Raya dan sejumlah kabupaten telah menggelar razia terhadap warga yang tidak menggunakan masker atau melanggar protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Ratusan pelanggar mendapat hukuman sosial, yakni menyapu jalan sambil mengenakan rompi khusus. “Jika rompi yang sama digunakan lagi kepada pelanggar yang lain, tentunya sudah disterilisasi dahulu oleh instansi terkait. Kalau itu tidak melalui sterilisasi, ya percuma saja menerapkan sanksi Perwali. Justru ada pelanggaran protokol kesehatan jika kasusnya seperti itu,” ujar Praktisi Hukum, Guruh Eka Saputra, Rabu (16/9).

Advokat yang menjabat Wakil Sekertaris DPC Perhimpunan Advokat Indonesia Palangka Raya tersebut, menyatakan penerapan hukum bukan berarti dapat melanggar hukum. “Mencegah atau memutus mata rantai penyebaran Covid-19 bukan berarti mengabaikan protokol kesehatan itu sendiri dalam penerapan sanksinya,” tegas Guruh.

Seluruh pihak terkait yang menjalankan penindakan Perwali tersebut wajib lebih memperhatikan sterilisasi rompi yang dikenakan kepada para pelanggar Perwali atau nantinya akan memiliki implikasi berbeda. “Dengan catatan memang rompi itu kuat dugaan tidak melalui sterilisasi, maka pelanggar berhak menolak menggunakan rompi tersebut,” kata Guruh.

Dia memandang sanksi yustisi seperti denda atau hukuman sosial di Kota Palangka Raya sudah tepat dilaksanakan sebagai bentuk pencegahan sesuai Perwali No 26/2020 tentang penegakan disiplin dan hukum protokol kesehatan. Dengan catatan, teknis pelaksanaan harus disesuaikan dengan protokol kesehatan yang ketat pula. Guruh berharap kebijakan Perwali tidak hanya sampai pada penindakan atau penegakan sanksi melainkan juga kebijakan dalam pengawasan dan penentuan biaya rapid test serta swab yang tidak membebani masyarakat.

Sementara, Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, Selasa (15/9) mengatakan, banyak masyarakat yang bertanya khususnya bagi pelanggar protokol kesehatan yang mendapatkan sanksi sosial membersihkan jalan, apakah aman menggunakan rompi pelanggar secara berganti-gantian. Dengan tegas dirinya menjawab bahwa hal tersebut aman. Sebab rompi yang digunakan para pelanggar protokol kesehatan itu langsung disterilkan menggunakan cairan disinfeksi setelah dipakai oleh warga yang melanggar serta diletakan diwadah khusus.

“Kita telah mengantisipasi itu. Ada puluhan rompi yang telah kami siapkan. Meski hanya dipakai sebentar tapi wajib diseterilkan begitu setelah dipakai para pelanggar. Ada petugas khusus yang menggunakan masker dan sarung tangan yang akan mengumpulkan rompi tersebut dan langsung disemprotkan cairan disinfektan. Juga setelah kegiatan selesai, akan langsung dicuci kembali hingga terbebas dari potensi menempelnya virus,” jelas Emi. dre/rgb

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas