KEBAKARAN GEDUNG SGO- Lalai, 2 Anak Punk Ditangkap

  • Whatsapp
KEBAKARAN GEDUNG SGO- Lalai, 2 Anak Punk Ditangkap
REKONSTRUKSI- Kapolresta Palangka Raya menunjukkan barang bukti penyebab kebakaran di gedung SGO UPR. Inset: Proses rekonstruksi di lokasi kejadian. TABENGAN/FERRY WAHYUDI
iklan atas

PALANGKA RAYA- Gerak cepat Satreskrim Polresta Palangka Raya bersama Polsek Pahandut membuahkan hasil. Satu jam usai api dipadamkan, 2 pemuda ditangkap petugas karena menjadi penyebab terbakarnya gedung Sekolah Guru Olahraga (SGO) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) milik Universitas Palangka Raya (UPR) di Jalan RA Kartini, Senin (14/9) lalu.

Gunarto alias Totot (26) dan HT (16) ditangkap di Lapangan Basket Sanaman Mantikei setelah berupaya melarikan diri usai gedung terbakar karena perbuatan mereka.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengatakan, peristiwa kebakaran bermula saat kedua pelaku sekitar pukul 14.00 WIB mendatangi gedung SGO FKIP UPR untuk beristirahat di dalam. Gunarto lantas membawa bambu untuk mencongkel pintu gedung yang dikunci menggunakan paku. Keduanya masuk ke gedung melalui sela-sela pintu yang sudah dicongkel.

Ketika di dalam, keduanya lantas mengumpulkan ranting untuk dibakar sebagai media pengusir nyamuk. Sekitar pukul 14.30 WIB, kedua anak punk itu lalu pergi keluar untuk membeli makanan dan minuman yang ada di Jalan RA Kartini.

“Saat mereka kembali api sudah menyala besar dan membakar gedung di bagian dalam. Karena melihat api sudah besar, mereka lalu pergi menjauh,” ucapnya didampingi Kabag Ops Kompol Hemat Siburian dan Kasat Reskrim Kompol Todoan Agung Gultom, Selasa (15/9).

Menurutnya, peristiwa kebakaran tersebut merupakan murni kelalaian dan kealpaan kedua pelaku yang menyalakan api di dalam gedung. Mengingat di bangunan yang sudah tidak difungsikan itu terdapat banyak meja dan kursi yang tidak terpakai lagi.

Untuk menguatkan hasil penyidikan, Satreskrim Polresta Palangka Raya telah melakukan olah TKP dan rekonstruksi di lokasi kejadian. Mulai dari datangnya kedua pelaku dengan mendobrak pintu menggunakan bambu dan membakar ranting menggunakan korek. Barang bukti yang diamankan dari keduanya yakni bambu, korek api dan sejumlah arang bekas pembakaran.

“Kedua pelaku kita jerat Pasal 187 Jo 188 KUHPidana yang berbunyi barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir dan atau barang siapa karena kesalahannya (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir. Keduanya diancam kurungan pidana paling lama 15 tahun,” tegasnya.

Jaladri menegaskan, perbuatan kedua pelaku murni kealpaan dan tidak memiliki hubungan dengan peristiwa kebakaran yang terjadi di gedung LPTQ Provinsi Kalteng Jalan RTA Milono, beberapa waktu lalu.

“Khusus untuk penyelidikan di gedung LPTQ yang terbakar kita masih menunggu hasil dari laboratorium forensik Surabaya. Semoga dalam waktu dekat hasil bisa keluar,” terangnya. fwa

iklan atas

Pos terkait

iklan atas