Mayoritas Pelanggar Lupa Bawa Masker

  • Whatsapp
Mayoritas Pelanggar Lupa Bawa Masker
DITINDAK- Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya melakukan penindakan terhadap masyarakat yang tidak menggunakan masker di kawasan Pasar Subuh, Senin (14/9) dan malam razia penegakan Perwali 26/2020 di Pasar Rajawali, Selasa (15/9) sore. Tampak petugas Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya saat menyemprotkan cairan disinfektan pada rompi pelanggar protokol kesehatan usai digunakan dalam sanksi sosial.TABENGAN/RONY
iklan atas

**Puluhan Orang Terjaring di Pasar Subuh dan Pasar Rajawali
**Usai Digunakan Rompi Disemprot
PALANGKA RAYA- Kaget dan panik. Itulah reaksi pertama para pengunjung dan pedagang di kawasan Pasar Subuh, di Jalan Seram-Jalan A Yani-Jalan Lombok Kota Palangka Raya, saat melihat puluhan petugas TNI/Polri, Satpol PP, BPBD, Dishub dan para relawan datang melakukan penindakan, Senin (14/9) malam.

Terlihat cukup banyak masyarakat tidak menggunakan masker. Sebagian dari mereka langsung memasang masker yang sebelumnya cuma disimpan di kantong. Namun, bagi yang tidak punya masker, memilih kabur entah ke mana.

Setelah melakukan kegiatan penegakan Perwali selama kurang lebih 2 jam, terjaring sebanyak 34 orang pelanggar protokol kesehatan. Tidak seluruhnya pelanggar memilih menjalani sanksi sosial dan mengenakan rompi jingga.

Sembilan orang di antaranya memilih untuk membayar denda administrasi sebesar Rp100 ribu sebagaimana yang tertera di dalam Perwali. Sedangkan 25 orang lainnya, memilih membersihkan kawasan pasar, menyapu jalan dan memungut sampah yang berserakan.

Setelah mengumpulkan sampah satu kantong plastik besar, pelanggar yang ditahan KTP-nya, kemudian dikembalikan dan dibebaskan, namun harus berjanji untuk tidak mengulangi pelanggarannya.

Bagi yang menolak melakukan kedua sanksi, petugas memerintahkan pelanggar untuk menyanyikan lagu nasional dan menghapalkan Pancasila.

“Saya lupa bawa masker. Niatnya cuma ingin berbelanja ke pasar sebentar saja. Gak tahu kalau ada razia masker malam-malam begini,” ucap salah seorang pelanggar saat ditanyai petugas.

Sementara itu, Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengakui, kesadaran masyarakat kota setempat menggunakan masker sangatlah rendah.

Namun, seiring terus bertambahnya kasus konfirmasi positif, pihaknya harus mengambil langkah tegas agar masyarakat memiliki kesadaran dari dalam diri sendiri untuk mematuhi protokol kesehatan.

Emi mengaku belum mengetahui secara pasti sampai kapan penegakan Perwali No 26 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi di Kota Palangka Raya ini berlaku. Yang jelas, selama status bencana nasional pandemi Covid-19 belum dicabut pemerintah pusat, maka Perwali akan tetap berlaku.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menegaskan, pelaksanaan razia penerapan Perwali akan terus dilaksanakan sampai masyarakat taat dan menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan.

“Ini kan baru hari pertama. Ya sampai masyarakat taat,” ujar Fairid.

Pasar Rajawali
Kawasan Pasar Rajawali Palangka Raya, Selasa (15/9) pukul 15.00 WIB, menjadi titik lokasi selanjutnya dari penerapan Perwali tersebut.

Dari pantauan di lapangan, Tim Satgas Covid-19 yang terdiri dari TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD dan relawan menyisir sekitar pasar dan Jalan Rajawali Induk untuk menindak masyarakat yang beraktivitas tanpa menggunakan masker.

Hitungan menit saja, puluhan masyarakat pelanggar protokol kesehatan perseorangan yang tak menaati Perwali untuk menggunakan masker saat beraktivitas, digiring untuk didata oleh Satpol PP. Selanjutnya dikenakan sanksi berupa kerja sosial menyapu jalan ataupun denda Rp 100 ribu.

“Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya kembali melaksanakan pendisplinan masyarakat di Pasar Rajawali. Hasilnya, hari ini ada 10 orang yang kita tegur secara lisan karena tak memakai masker sesuai kaidah yang baik dan benar, kemudian teguran tertulis kepada 43 orang di mana 9 orang di antaranya dikenakan sanksi denda administrasi sebesar Rp100 Ribu dan 34 orang sanksi sosial menyapu jalan,” ungkap pimpinan kegiatan Kabagops Polresta Palangka Raya Hemat Siburian, Selasa.

Rompi Disemprot Disinfektan
“Ada dua jenis sanksi yang diberikan, yakni sanksi administrasi berupa denda Rp100 ribu dan sanksi sosial berupa membersihkan lingkungan dan menyapu jalan selama dua jam dengan mengenakan rompi warna jingga tanda pelanggar protokol kesehatan,” ungkap Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, Selasa.

Diakui Emi, banyak masyarakat yang bertanya, khususnya bagi pelanggar protokol kesehatan yang mendapatkan sanksi sosial membersihkan jalan, apakah aman menggunakan rompi pelanggar secara berganti-gantian. Dengan tegas dirinya menjawab bahwa hal tersebut aman. Sebab, rompi yang digunakan para pelanggar protokol kesehatan itu langsung disterilkan menggunakan cairan disinfeksi setelah dipakai oleh warga yang melanggar serta diletakkan di wadah khusus. rgb/dsn

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas