Mencintai Budaya Lewat Perawatan Guci

  • Whatsapp
Mencintai Budaya Lewat Perawatan Guci
PELESTARIAN- Pelajar dan mahasiswa mengikuti kegiatan perawatan guci yang diselenggarakan UPT Museum Balanga Kalteng, di Palangka Raya, Selasa (15/9). ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Upaya pelestarian budaya kepada generasi muda terus dilakukan pemerintah, demi menjaga dan mempertahankan budaya itu sendiri. Ada banyak hal yang dihasilkan budaya, namun seiring waktu mulai ditinggalkan. Sebut saja guci, yang memiliki nilai sakral bagi Suku Dayak di Kalimantan Tengah (Kalteng) sudah mulai berkurang, sehingga perlu dilakukan pembinaan dan pelatihan dalam upaya memelihara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng Guntur Talajan mengatakan, kegiatan perawatan guci yaitu sekilas memahami sejarah museum dan koleksi yang ada di museum sebagai warisan budaya dan teknis perawatan, serta cara mencuci guci. Program yang sejalan dengan program pemerintah pusat ini bertujuan sebagai bentuk pewarisan dan lebih mencintai budaya.

“Museum menjadi tempat edukasi pembelajaran bagi seluruh siswa, bahkan sampai komunitas budaya untuk dapat lebih mencintai budaya. Museum juga menjadi wadah edukasi bagi semua pihak untuk dapat belajar, sehingga menumbuhkan rasa cinta terhadap nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa,” kata Guntur, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan perawatan guci, Selasa (15/9).

Guntur mengemukakan, benda sejarah yang ada di museum tidak saja sebagai pajangan, tapi juga tergambar kebijakan museum yang mencerminkan kepribadian bangsa. Apa yang dimiliki sebagai bentuk ketahanan nasional dan menunjukkan wawasan nusantara yang dimiliki masyarakat cinta sejarah, budaya dengan menjunjung tinggi harkat dan martabat sebagai warga negara Indonesia.

Apa yang dilakukan pemerintah Kalteng ini, ungkap Guntur, juga upaya untuk pengembangan di bidang pariwisata dan seni budaya. Perlu pula diingat bersama, upaya pengembangan seni dan budaya ini tidak semata menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga menjadi tanggung jawab bersama. dedi abdul rakhim

iklan atas

Pos terkait

iklan atas