Gedung SGO FKIP UPR Terbakar 

  • Whatsapp
Gedung SGO FKIP UPR Terbakar 
TERBAKAR- Petugas pemadam kebakaran ketika menjinakkan api di gedung SGO yang terbakar, Senin (14/9). TABENGAN/YULIANUS
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com– Tiga hari berselang pasca-terbakarnya gedung Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kalteng di Jalan RTA Milono, kebakaran kembali terjadi di gedung SGO FKIP Universitas Palangka Raya (UPR) Jalan RA Kartini, Senin (14/9) sore.

Terbakarnya gedung serba guna yang kini sudah tidak terpakai tersebut menjadi kasus kedua kebakaran gedung kosong di Kota Palangka Raya. Hampir mirip, dua gedung kosong nyatanya sudah tidak teraliri listrik karena lama tidak terpakai.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengatakan, api baru diketahui sekitar pukul 15.00 WIB oleh sejumlah ojek online (ojol) yang menunggu penumpang di Jalan RA Kartini.

Ketiga ojol yang melihat kepulan asap, lalu mendatangi gedung yang terbakar dan mendobrak pintu. Saat itu ditemukan tumpukan kursi yang terbakar.

“Usai melihat kejadian, mereka lalu menghubungi kepolisian dan petugas pemadam kebakaran,” ucapnya.

Disebutkan, bangunan yang terbakar merupakan gedung lama yang sudah tidak difungsikan dan sering dipakai oleh anak punk. Penyelidikan akan segera dilakukan untuk mengetahui penyebab kebakaran.

“Gedung ini diketahui sudah tidak memiliki aliran listrik. Nanti akan dianalisa dan dicek apakah ada unsur disengaja atau tidak,” tuturnya.

Ditanya perihal telah ada dua gedung kosong yang terbakar dalam waktu satu minggu ini, Jaladri menegaskan, belum melakukan olah TKP. Melihat dari video yang diunggah oleh saksi, terlihat memang ada tumpukan kursi yang terbakar.

“Kesengajaan atau tidak, masih diselidiki,” tegasnya.

Sementara, Rektor UPR Dr Andrie Elia Embang MSi menjelaskan, gedung yang terbakar merupakan aset Pemerintah Provinsi Kalteng yang dihibahkan ke UPR. Bangunan bekas gedung SGO tersebut dibangun sekitar tahun 1986.

“Dengan terbakarnya gedung ini, maka kita akan segera melaporkannya ke kementerian,” terangnya.

Andrie menambahkan, gedung yang terbakar tersebut awalnya memang hendak dipugar dan dibenahi. Surat pun telah dilayangkan, namun belum ada tanggapan dari pusat.

Gedung SGO memang tidak difungsikan karena dinilai tidak layak untuk dipergunakan, sehingga membuat UPR tidak berani menggunakannya.

“Sudah kita laporkan untuk dipugar dan dibenahi sejak Kemenristekditi dulu, namun tidak ada tanggapan,” ungkapnya. fwa

iklan atas

Pos terkait

iklan atas