Pemerintah Diminta Cepat Tanggap Sikapi Banjir

  • Whatsapp
Pemerintah Diminta Cepat Tanggap Sikapi Banjir
Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Duwel Rawing
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng), seperti di Kabupaten Lamandau, Katingan, Seruyan dan Kotawaringin Timur (Kotim), mendapat tanggapan dari jajaran DPRD Kalteng.

Hal ini seperti yang disampaikan, Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Duwel Rawing. Dirinya mengatakan bahwa pemerintah harus cepat tanggap menyikapi banjir yang terjadi tersebut. Khususnya yang berhubungan dengan Bantuan Sosial (Bansos) dalam hal ini kebutuhan dasar, terutama keperluan makan, minum termasuk juga obat-obatan, air bersih dan pakaian.

“Itu semua yang harus diperhatikan oleh pemerintah dalam membantu masyarakat terdampak banjir mengatasi masalah kebutuhan hidup. Kalau memang pemerintah kabupaten kurang maksimal, maka provinsi diharapkan bisa ikut membantu,” ujarnya ketika dibincangi Tabengan, Senin (14/9) siang.

Mantan Bupati Katingan dua periode ini mengungkapkan, tiap daerah memiliki persediaan berbagai jenis bantuan, salah satu contohnya yakni cadangan beras pemerintah (CBP) yang disimpan di gudang Bulog. CBP tersebut dikatakannya dapat disalurkan sewaktu-waktu dalam kondisi tertentu, seperti seperti halnya jika terjadi bencana alam atapun bencana non alam.

“Kalau ketersediaan bantuan sudah pasti ada. Tinggal daerah saja yang harus segera menetapkan kondisi bencana, sehingga bantuan itu bisa ditarik untuk dibagikan secepatnya kepada masyarakat yang terdampak banjir,” tukas politisi senior dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Selain itu, sambungnya, pemerintah jangan hanya memerhatikan penyaluran bantuan sosial, namun juga harus memikirkan langkah evakuasi warga guna menghindari korban jiwa, mengingat banjir yang terjadi di beberapa wilayah tersebut terbilang cukup parah.

“Yang harus dipikirkan pertama itukan bagaimana agar tidak terjadi korban jiwa. Maka dari itu, pemerintah harus cepat tanggap terkait musibah yang terjadi di beberapa kabupaten ini. Masyarakat pun sudah terbiasa menghadapi banjir musiman itu, sehingga pemerintah juga harus terbiasa dalam menyikapi bencana alam tersebut dalam artian terkait penanganan sosialnya,” pungkasnya. bob

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas