HARI INI PERWALI COVID-19 DITERAPKAN

  • Whatsapp
HARI INI PERWALI COVID-19 DITERAPKAN
Emi Abriyani, Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya
iklan atas

** Tak Ada Toleransi bagi Pelanggar
PALANGKA RAYA- Mulai hari ini, Senin (14/9), Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 26 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi di Kota Palangka Raya, resmi diterapkan.

Artinya, tidak akan ada toleransi lagi atau hanya sanksi teguran ringan bagi seluruh pelanggar protokol kesehatan. Semua akan mendapat sanksi tegas, baik itu sanksi sosial maupun sanksi denda uang.

“Terhitung sejak 14 September ini, sanksi ratusan ribu hingga jutaan rupiah maupun sanksi sosial sampai dengan pencabutan izin usaha sudah diterapkan bagi mereka yang kedapatan tidak memakai masker, ataupun kedapatan tidak menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin,” tegas Emi Abriyani, Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya, Minggu (13/9).

Emi menegaskan, tidak ada alasan bagi masyarakat jika menyebut tidak tahu terkait penerapan Perwali No.26/2020 ini. Sebab, pihaknya selama sepekan terakhir secara masif melakukan sosialisasi, simulasi, dan pemasangan spanduk pemberitahuan terkait sanksi pelanggaran protokol kesehatan di sejumlah titik strategis kawasan kota setempat.

Bahkan, sosialisasi masif juga menyasar kawasan usaha milik masyarakat yang padat pengunjung. Tak terkecuali pada gelaran kegiatan hajatan milik masyarakat setiap harinya, pada saat melakukan asistensi pengecekan protokol kesehatan.

Selanjutnya, pada Jumat (11/9) lalu, kata Emi, pihaknya telah menerbitkan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait penegakan hukum bagi pihak yang melanggar disiplin protokol kesehatan.

Termasuk dilakukan rilis terhadap nomor rekening tujuan untuk pembayaran denda pelanggaran protokol kesehatan, yakni melalui Bank Kalteng dengan nomor rekening 1000101170757 atas nama rekening Kas Umum Daerah Kota Palangka Raya.

“Melalui nomor rekening ini pelanggar protokol kesehatan, baik secara perorangan, pelaku usaha, instansi pemerintah dan non pemerintah akan membayarkan denda sesuai jenis pelanggaran yang dilakukan,” ucapnya.

Emi menegaskan pula, anggota Tim Satgas tidak diperkenankan menerima uang secara tunai. Jika pelanggar tidak mempunyai uang untuk membayar denda, terdapat pilihan kedua, berupa sanksi kerja sosial dengan batas waktu dan jenis pekerjaan yang ditentukan koordinator lapangan.

Diketahui, saat menemukan pelanggaran di lapangan, akan dilakukan pemilahan terhadap jenis pelanggaran yang dilakukan serta jenis sanksi yang diberikan. Apakah akan diberikan sanksi administrasi berupa denda Rp100 ribu atau sanksi sosial, seraya akan dilakukan penahanan kartu identitas. Kartu identitas tersebut akan dikembalikan, apabila telah menyelesaikan sanksi, baik sanksi sosial ataupun pembayaran denda.

Untuk SOP pelanggaran di bidang pendidikan, transportasi, fasilitas umum, kawasan wisata dan olahraga serta tempat usaha, juga telah diterbitkan. Tetap diberlakukan pemilihan jenis pelanggaran dan sanksi, kemudian dilakukan penahanan kartu identitas penanggung jawab.

“Tinggal dilakukan eksekusi di lapangan, sambil terus kami lakukan koordinasi,” katanya.

Sementara itu, seorang warga Kota Palangka Raya, Yudha saat dibincangi Tabengan mengatakan, turut mendukung penerapan Perwali tersebut. Terlebih, ayah dari 2 orang anak ini merasa resah dengan tak kunjung usainya pandemi Covid-19. Ia berharap adanya Perwali ini benar-benar efektif mempercepat penanganan Covid-19.

“Untuk besaran sanksi Rp100 ribu, saya rasa untuk kondisi saat ini akan cukup memberatkan masyarakat. Namun, untuk sanksi sosial cukup tepat. Saya harapkan agar sosialisasi benar-benar diperkuat agar masyarakat semuanya tahu adanya Perwali dan sanksinya. Bisa gandeng RT/RW agar ada sosialisasi secara door to door,” ungkapnya. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas