Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Nilai Ekspor Kobar

  • Whatsapp
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Nilai Ekspor Kobar
Muhammad Agusta Wijaya
iklan atas

PANGKALAN BUN/tabengan.com – Meski pandemi Covid-19 tengah melanda Indonesia khususnya Kabupaten Kotawaringin Barat, hal itu tidak memengaruhi kegiatan ekspor. Nilai ekspor Januari sampai September 2020 mencapai angka 798.965.747,17 dolar AS.

Kasi Bina Usaha Perdagangan dan Pemasaran Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ( Disperindagkopukm) Kabupaten Kobar Muhammad Agusta Wijaya menjelaskan, di wilayah Kobar ada 4 perusahaan penyumbang devisa yakni PT Citra Borneo Indah (CBI), PT Korindo Aria Bima, PT Korintiga Hutani dan PT Sinar Alam Permai.

“Keempat perusahaan asal Kobar tersebut dengan rutin melakukan ekspor berupa turunan kepala sawit, triplek, wood chip dan Zink Calsine, adapun negara tujuan pengiriman barang asal Kobar ke Jepang, China, India dan Asean Negara,” kata Agusta Wijaya.

Meski saat ini terjadi pandemi Covid-19, lanjutnya, hal itu tidak berpengaruh pada nilai ekspor asal Kobar. Ini bisa dilihat dari Surat Keterangan Asal (SKA) yang diterbitkan oleh Disperindagkopukm Kobar. Pada tahun 2019 jumlah SKA yang diterbitkan senilai 248.337.434,50 dolar AS.

Dan pada tahun ini sampai dengan September, jumlah SKA yang telah diterbitkan senilai 798.965.747,17 dolar AS.

“Adapun surat keterangan asal yang kami terbitkan untuk Asean, negara dengan menggunakan Form D, Form AJ ke jepang, ekspor ke China menggunakan Form E dan ke India menggunakan Form AI,” ujar Agusta Wijaya.

Dia menambahkan, nilai transaksi besar ke Asean negara dengan nilai 609.437.341,89 dolar AS, adapun barang yang dikirim turunan kelapa sawit dan zink calsine, kemudian nilai ekspor ke China sebesar 123.174.899,00 dolar AS, barang yang kirim berupa turunan kepala sawit, nilai ekspor ke Jepang 15.268.261,19 dolar dan ke India 4.315.954,64 dolar.

“Kalau kita lihat nilai ekspor dari tahun 2019 ada kenaikan, dimana pada tahun 2019 nilai ekspor sebesar 325.000.276 US dolar, barang yang di kirim berupa produk turunan kelapa sawit dan kayu,” ujarnya.

Menurut Agusta, Surat Keterangan Asal itu sangat penting agar negara tujuan ekspor dapat mengetahui kepastian asal muasal barang tersebut, dan pihaknya pun selalu di hubungi oleh negara tujuan ekspor perihal itu. c-uli

iklan atas

Pos terkait

iklan atas