Banjir, Ratusan Warga Nanga Bulik Terpaksa Mengungsi

  • Whatsapp
Banjir, Ratusan Warga Nanga Bulik Terpaksa Mengungsi
Tenda-tenda didirikan untuk tempat pengungsian warga yang rumahnya terendam banjir. ISTIMEWA
iklan atas

NANGA BULIK/tabengan.com – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Lamandau terus meluas. Tak hanya di wilayah hulu Lamandau, banjir juga telah sampai di wilayah Ibu Kota, Nanga Bulik. Bahkan, hingga Minggu (13/9/2020) pagi, ratusan Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Nanga Bulik juga sudah terdampak banjir.

“Sampai hari ini, update pukuk 12:25 Wib, tercatat sudah ada 163 KK dan 3 fasilitas umum yang terdampak banjir,” ucap Lurah Nanga Bulik, Tania Pingkan, saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp.

Dari jumlah tersebut, lanjut dia, sebanyak 152 jiwa dari 45 KK terpaksa harus mengungsi lantaran rumahnya terendam banjir parah.

“Kita masih menunggu untuk posko pengungsian Sembaga Mas Buka. Kemungkinan masih akan terus bertambah mengingat debet air semakin naik,” ujarnya.

Sementara ini, imbuh dia lagi, warga yang rumahnya terendam banjir parah, adalah warga di lingkungan sekitaran RT 03, RT 8a, 8b dan 8c, RT 10a, RT 11a serta RT 13a dan 12c.

“Mereka mengungsi di beberapa tempat, seperti tribun lapangan, tenda-tenda mandiri hingga tenda yang sudah disiapkan oleh anggota Satpol dan Tagana,” ucapnya.

Sebatas informasi, hingga Minggu siang, berdasarkan alat ukur yang terpasang di Dermaga Batu Bisa, Tinggi Muka Air (TMA) sungai Lamandau berada di angka 7,50 meter. TMA tersebut naik 50 cm dari hari sebelumnya. c-kar

iklan atas

Pos terkait

iklan atas