Pria Maniak Sex Ditangkap

  • Whatsapp
Pria Maniak Sex Ditangkap
DIAMANKAN- Tersangka HT saat digiring personel Polresta Palangka Raya untuk diperiksa. TABENGAN/FERR WAHYUDI
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palangka Raya kembali melakukan penangkapan terhadap pelaku pencabulan. HT (27) ditangkap setelah mencabuli bocah pria berusia 6 tahun di kawasan Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Jumat (17/7) lalu.

Kejadian tersebut terungkap setelah ibu kandung korban merasa curiga ada keanehan pada anaknya dan segera melaporkannya ke Polresta Palangka Raya.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengatakan, aksi bejat tersangka dilakukan saat keadaan rumah dalam kondisi sepi. Perbuatan tidak senonoh itu dilakukan sejak 2018 hingga 2020.

“Pemeriksaan visum telah kita lakukan kepada korban dan didapati ada luka memar di bagian anus. Dalam menjalankan aksinya tersangka memasukkan jarinya ke anus korban,” ucapnya didampingi Wakapolresta AKBP Andiyatna dan Kasat Reskrim Kompol Todoan Agung Gultom, Kamis (10/9) siang.

Dari pengungkapan tersebut, lanjut Kapolresta, petugas mengamankan satu lembar kaus bergambar Pokemon dan celana pendek. Tersangka diancam Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penempatan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman tersangka kurungan paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Kita turut prihatin atas kejadian ini, sehingga lebih mengingatkan kembali kepada keluarga agar lebih awas dan memerhatikan perubahan sikap kepada anak. Deteksi dini dan perhatian serius kepada anak harus dilakukan,” tegasnya.

Kasus Persetubuhan Mendominasi

Peringatan diberikan kepada para orang tua khususnya yang berada di Kota Palangka Raya. Pasalnya, sejumlah kasus kekerasan seksual kepada anak masih terus terjadi. Hingga September 2020, setidaknya telah ada 38 kasus yang ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polresta Palangka Raya.

Dari jumlah keseluruhan itu, kasus persetubuhan terhadap anak mendominasi dengan 9 kasus, disusul kekerasan anak 9 kasus, KDRT 9 kasus dan pencabulan 4 kasus.

“Dengan jumlah 38 kasus ini kasus yang sudah tahap II ada 10 kasus, SP3 19 kasus, lidik 6 kasus, dan tahap I 3 kasus,” jelas Kapolresta.

Jika dibandingkan dengan 2019, kasus persetubuhan terhadap anak turut mendominasi dengan 12 kasus dari total 44 kasus yang ditangani Unit PPA, yakni kasus tahap II terdapat 19 kasus, SP3 22 kasus dan lidik 3 kasus.

“Tidak semua kasus dilanjutkan ke ranah pidana, karena kita turut melakukan mediasi kepada beberapa kasus dengan penyelesaian secara kekeluargaan,” katanya.
Meski demikian, Jaladri menegaskan, segala kasus persetubuhan terhadap anak hingga pencabulan menjadi perhatian serius Polresta Palangka Raya dalam menangani kasus. Karena itu, Kapolresta mengimbau dan memberikan peringatan kepada semua orang tua untuk terus mengawasi dan menjaga anak-anaknya.
“Jangan sampai ikut pergaulan bebas dan menjadi korban kekerasan seksual anak. Banyak faktor yang menjadi latar belakang kasus yang menimpa anak di bawah umur, mulai dampak lingkungan, ekonomi, pergaulan dan faktor paling besar adalah kurangnya pengawasan orang tua,” tegasnya. fwa

 

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas