SIRAMAN QOLBU – New Normal Padamkan Api Jahanam

  • Whatsapp
SIRAMAN QOLBU - New Normal Padamkan Api Jahanam
ilustrasi
iklan atas

 

Oleh: Moh Yasir Alimi
Marilah kita bersyukur, bertobat memohon ampun kepada-Nya. Marilah pada Jumat ini kita tingkatkan takwa dan berkahi diri dengan cahaya dari Surat al-Anfal 33. Allah berfirman: “Allah tidak akan menyiksa mereka selama kamu ada di tengah mereka. Dan Allah tidak akan menghukum mereka, sementara mereka memohon ampun.” (QS al-Anfal: 33).

Ayat ini memberi petunjuk pada kita istigfar dan salawat adalah dua sarana yang sangat kuat mempercepat turunnya pertolongan Allah SWT agar wabah Covid-19 segera berakhir.

Dalam ikhtiar untuk menghilangkannya, Syekh Abdul Qadir al-Jilani dalam Adabus Suluk wat Tawasul memberi nasihat: bertawakal, bersabar, dan sebisanya berusaha mensyukurinya. “Janganlah memilih kenikmatan saja dan menolak musibah. Jika telah menjadi bagianmu, maka ia akan menuntunmu, baik ketika engkau menghendakinya atau engkau berusaha untuk menghilangkannya dengan berdoa, bersabar atau menguatkan diri pada apa yang menjadi keridaan Allah.”

Karena wabah, dosa dihapus, batin dibersihkan, dekat pada Allah dan dari generasi ini dan keturunannya insya Allah akan terlahir wali-wali Allah, dan usaha-usaha yang sukses.

“Serahkan semuanya kepada Allah, sebab ketentuan-Nya akan berlaku kepada dirimu. Berusahalah untuk mensyukurinya sesuai dengan kadar kemampuan dirimu. Dengan begitu, engkau menempati kedudukan orang-orang terdahulu dari golongan shiddiqqin, syuhada, dan salihin.”

Rasulullah, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya neraka Jahanam itu berkata kepada seorang mukmin, “Hai orang mukmin, lewatlah engkau di atasku. Sungguh, nyala apiku telah padam dengan cahayamu!” (HR Thabrani).

Tidaklah cahaya seorang mukmin yang membuat padam kobaran api neraka Jahanam itu, kecuali hanyalah cahaya yang telah mendampinginya di kehidupan dunia, yang ditunjukkan dengan kesabaran menghadapi cobaan. “Padamkan api neraka jahanam dengan kesabaran dan keikhlasan itu,” kata Syekh Abdul Qadir al-Jilani.

Mari kita jadikan istigfar, tawakal, sabar, dan ikhlas ini sebagai new normal atau normal baru. Jika bentangan peristiwa ini terasa berat, mari kita ingat firman Allah: “Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman” (QS Ali ‘Imran 3: 139). nu.or.id

 

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas