PT SML: Kami Bantu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

  • Whatsapp
PT SML: Kami Bantu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
FOTO BERSAMA – Pimpinan dan Anggota DPRD Kalteng, foto bersama dengan masyarakat dan jajaran manajemen PT SML, usai melaksanakan pertemuan dalam rangka menggali informasi, terkait konflik yang terjadi dengan masyarakat Kinipan, Kamis (3/8). TABENGAN/SEGAH
iklan atas

CATATAN DPRD DI KINIPAN (HABIS)
NANGA BULIK – Dalam kunjungannya ke Kinipan, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, dalam rangka menghimpun informasi terkait konflik antara masyarakat dengan perusahaan. Rombongan Komisi I dan Komisi II DPRD Kalteng, juga menggali informasi dari PT Sawit Mandiri Lestari (SML).

Dalam pertemuan itu pihak PT SML membantah, telah merambah wilayah Hutan Adat Masyarakat Kinipan, yang ada sebaliknya, kehadiran perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit ini memberikan dampak yang positif dalam membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah areal operasional perusahaan.

Menurut Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) PT SML Wendy Sowarno, pihaknya hanya berpegang teguh pada hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena menurut dia, perizinan PT SML telah terbit sejak 2010 dan telah dipastikan, bahwa di wilayah Kinipan tidak terdapat hutan adat selama proses berjalannya perusahaan.

Disamping itu, kata Wendy, kehadiran mereka di wilayah itu juga telah banyak memberikan kontribusi tidak hanya bagi daerah. Melainkan kepada seluruh masyarakat di Desa yang masuk areal operasional PT SML.

“Perlu ditegaskan, perizinan PT SML telah diterbitkan sejak tahun 2010 dan masalah ini muncul sejak 2012 dan saat itu telah dipastikan bahwa belum ada hutan adat di wilayah Kinipan. Kami juga hadir memberikan berkontribusi bagi masyarakat di 11 Desa yang masuk di wilayah operasional perusahaan,” kata Wendy.

Dikatakan, bahwa masih banyak masyarakat Kinipan yang mengharapkan adanya kerja sama dengan PT SML, salah satunya program plasma. Karena itu, dia menyebutkan, tidak benar kalau semua warga Kinipan menolak keberadaan PT SML.

“Karena masih ada kelompok masyarakat yang pro dengan kemajuan dan ada pula yang konotasinya selalu dengan tuntutan sejumlah uang. Pada tanggal 29 Juni lalu, kita pernah hadir di Aula Kecamatan Batang Kawa dengan difasilitasi langsung oleh Camat. Dalam pertemuan itu, sudah saya sampaikan bahwa kehadiran kita semata-mata untuk kemajuan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, kalau masyarakat menyepakati program yang mereka tawarkan tentunya akan berjalan sebagaimana mestinya. Namun apabila tidak, perusahaan juga tidak masalah. Karena program yang mereka tawarkan itu khusus untuk masyarakat di 11 Desa yang saat ini masuk dalam areal operasionalnya.

Terkait adanya tudingan tindakan kriminalisasi, Wendy juga menegaskan, bahwa hal tersebut adalah murni tindakan kriminalitas. Karena yang terjadi adalah tindak pidana dan pihaknya berpegang pada hukum yang berlaku di Indonesia. Sehingga, pihaknya mengambil langkah tegas dengan melaporkan Efendi Buhing kepada pihak berwajib terkait perampasan alat operasional milik PT SML.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kalteng, H Jimmy Carter yang sekaligus pimpinan rombongan dalam kunjungan tersebut mengatakan, berdasarkan hasil dari pertemuan tersebut dan mengingat kedua belah pihak, yaitu masyarakat Kinipan dan PT SML berpegang teguh pada argumentasi masing-masing.

Jajaran DPRD Kalteng akan mengambil langkah-langkah, untuk mempelajari permasalahan tersebut lebih dalam, sekaligus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait khususnya pemerintah untuk mencari solusi.

“Kita masih belum bisa memberikan kesimpulan maupun solusi saat ini. Namun, kami telah berhasil mengumpulkan informasi-informasi yang valid yang sebelumnya kami cari untuk membantu menyelesaikan permasalahan konflik agraria di Kinipan. Kemudian, ke depannya informasi yang kami dapatkan saat ini akan kami bicarakan kembali di DPRD Kalteng,” kata Jimmy. sgh/SELESAI

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas