Jurnalis Siber Diingatkan Tidak Melanggar Aturan Pers

  • Whatsapp
Jurnalis Siber Diingatkan Tidak Melanggar Aturan Pers
SERAHKAN-Ketua PWI Kalteng HM Haris Sadikin saat menyampaikan sambutannya serta menyerahkan cenderamata untuk salah satu peserta, Rabu (9/9/2020).ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com -Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan pelatihan jurnalisme siber bagi anggota PWI se-Kalteng, Rabu (9/9). Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan Aquarius Boutique Hotel, dengan menerapkan protokol kesehatan dan jumlah peserta yang terbatas.

Pada saat pembukaan, Ketua PWI Kalteng HM Haris Sadikin mengingatkan agar para jurnalis siber tidak sembarangan membuat berita. Hal ini mengingat ada ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Jurnalis agar berhati-hati, karena ada 6 aturan UU Pers untuk media siber yang harus dipatuhi. Terutama berkaitan dengan pemberitaan yang berkaitan dengan hak azasi manusia (HAM), seperti kasus anak bawah umur, sehingga tidak melanggar hukum,” ungkap Haris.

Untuk itu Haris berharap melalui pelatihan ini para jurnalis makin memahami dan menambah pengetahuan berkaitan dengan siber, supaya dalam membuat berita benar-benar sesuai aturan yang berlaku.

Pada sesi materi, nara sumber Herkules selaku Dosen tetap STMIK Palangka Raya menjelaskan bahwa media siber adalah segala bentuk media yang menggunakan wahana internet dalam melaksanakan kegiatan jurnalis.

“Media siber sebagai media komunikasi yang dapat disampaikan oleh siapa pun melalui jejaring internet. Bahkan sekarang anak kecil pun bisa mengapload foto atau apa saja ke media online,” ungkap dia.

Sementara nara sumber lainnya, Heronika Rahan selaku Wakil Ketua Bidang Hukum PWI Kalteng memaparkan terkait apa saja yang mesti dipatuhi jurnalis siber sesuai UU pers. Terlebih terhadap berita yang dianggap dapat menyebabkan pencemaran nama baik seseorang/perusahaan tanpa ada konfirmasi dengan bersangkutan.

“Media wajib mengoreksi berita bila ada kesalahan penulisan yang dianggap merugikan sesuai aturan pers yang ditetapkan,” kata Heronika. adn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas