ORANG MENINGGAL MASIH TERDAFTAR

  • Whatsapp
ORANG MENINGGAL MASIH TERDAFTAR
Komisioner Bawaslu Kalteng Hj Siti Wahidah
iklan atas

Bawaslu Kalteng: Pemilih Dicoklit Banyak Tidak Memenuhi Syarat
PALANGKA RAYA/tabengan.com- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus melakukan pengawasan terhadap tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng. Tahapan yang menjadi sorotan Bawaslu Kalteng adalah masalah pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

Komisioner Bawaslu Kalteng Siti Wahidah mengatakan, ada sejumlah kesalahan coklit yang dilakukan petugas di lapangan. Pemilih yang dicoklit banyak tidak memenuhi syarat. Misalnya, orang yang sudah meninggal masih terdaftar dalam A-KWK (daftar pemilih yang disampaikan oleh KPU Kab/Kota untuk dicoklit), kemudian pemilih dengan kategori TNI/Polri ini merupakan pemilih yang tidak memenuhi syarat.

“Ada pula pemilih yang sudah memenuhi syarat, namun belum terdata. Misalnya sudah memiliki KTP elektronik, namun tercecer. Ada pula pemilih yang sudah menikah, tapi tidak tercoklit. Juga ditemukan ada rumah yang tidak tercoklit. Kesalahan coklit ini tersebar di semua wilayah yang ada di Kalteng,” kata Siti Wahidah, saat menyampaikan temuan kesalahan proses coklit, di Palangka Raya, Minggu (6/9).

Dia menegaskan, atas sejumlah kesalahan dalam pelaksanaan coklit itu, Bawaslu Kalteng sudah memberikan rekomendasi kepada KPU Kalteng untuk dapat melakukan pembenahan atas kesalahan coklit tersebut. Sebab, data pemilih masih ada daftar pemilih khusus (PDK) untuk dapat dimasukkan bagi mereka yang tidak tercoklit.

Terakhir, ungkap Siti, hal yang tidak kalah penting adalah KPU Kalteng harus bisa semaksimal mungkin dalam mengakomodir pemilih yang sekarang terpapar Covid-19. Bagaimanapun, mereka yang sekarang menjalani perawatan Covid-19 memiliki hak pilih. KPU semaksimal mungkin untuk dapat menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember 2020. ded

iklan atas

Pos terkait

iklan atas