RENUNGAN KRISTEN – Karakter, Integritas dan Profesionalitas

  • Whatsapp
RENUNGAN KRISTEN - Karakter, Integritas dan Profesionalitas
iklan atas

Oleh: Pdt Daniel Susanto, STh
Efesus 6: 5-9
5) Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut (hormat) dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, 6) jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, 7) dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. 8) Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan. 9) Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.
Setiap kita, entah itu Laity people dan atau Clergy (Kaum awam dan Rohaniwan) sedapatnya memiliki hal-hal yang demikian antara lain; berkarakter, berinterigritas dan Profesional.
Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus memberikan nasehatnya, seperti yang kita ketahui dalam pasal 6:5-9. Dalam bagian tersebut ada beberapa hal yang dapat kita tarik sebagai pelajaran.
Pertama adalah Karakter, terdapat dalam ayat. 5 yang berkata “Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut (hormat) dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,”
Kedua adalah Integritas, pada ayat 6, “jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah,”
Ketiga itu bertanggungjawab seperti di dalam ayat 7. “dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.”
Pelajaran keempat adalah Reward dari karakter baik, integritas dan profesionalitas. Seperti pada ayat 8. “Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.”
Terakhir adalah Bagian yang harus dilakukan pemimpin. Yang pada ayat 9 dikatakan “Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.”
Barangkali kita tidak asing dengan istilah ini “Bakat dan keterampilan yang membuat seseorang sukses.Tetapi Karakterlah yang mempertahankan seseorang di dalam jabatannya.”
Sebab Integritas adalah karakter baik yang selalu dimunculkan seseorang, sekalipun tidak ada seorangpun yang melihatnya.
Profesionalitas tidak bergantung pada; Koneksi, Kolusi, Penampilan, Kekayaan, Jabatan.
Tetapi mengutamakan skill atau keterampilan, tanggung jawab dan prioritas.
Anak-anak Tuhan selayaknya berkarakter yang baik. Memiliki integritas dan bertanggungjawab. Entah dalam pelayanan Gerejawi atau pun dalam bidang pekerjaannya dimanapun berada.
Dalam hidup ini, ada fase-fase yang pernah dan akan kita lewati.
1. Melaksanakan tugas dan tanggungjawab berdasarkan takut hukuman adalah fase “kanak-kanak”
2. Melaksanakan tugas dan tanggungjawab berdasarkan imbalan adalah fase “rasional”
3. Melaksanakan tugas dan tanggungjawab tanpa hukuman dan imbalan, tetapi berdasarkan kesadaran moral yang tinggi adalah tahap “kedewasaan”
Memang semua butuh proses. Tetapi janganlah proses dijadikan dalih pembenaran untuk tindakan kita yang tidak mau bertumbuh dan berubah.
Pada Fase manakah kita saat Ini??? Kiranya Damai Sejahtera Bapa di dalam Tuhan kita Yesus dan Penyertaan Roh Kudus yang adalah Allah Maha Esa, Meyertai Kita semua. Amin, Dsn040920

iklan atas

Pos terkait

iklan atas