Petahana Diprediksi Raih Dukungan Parpol Terbanyak

  • Whatsapp
Petahana Diprediksi Raih Dukungan Parpol Terbanyak
Basuniansyah
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Kalimantan Tengah pada 9 Desember 2020 diprediksi hanya akan diikuti 2 pasangan calon. Sang petahana H Sugianto Sabran yang maju kembali sebagai bakal calon gubernur 5 tahun mendatang, diprediksi akan meraup dukungan partai politik (parpol) terbanyak.

Pengamat politik dan kemasyarakatan Kalteng H Basuniansyah di Palangka Raya, Rabu (2/9), mengungkapkan hal tersebut, setelah melihat berbagai perkembangan dan situasi menjelang Pilkada Kalteng 2020.

Menurut Basuniansyah, dari perkembangan sampai 2 September 2020 ini atau 2 hari sebelum pendaftaran calon pada 4-6 September, dari beberapa calon yang semula berkeinginan untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, hampir dapat dipastikan Pilkada Kalteng hanya akan diikuti 2 pasang calon.

Basuniansyah menyebut, dari 2 pasangan calon tersebut, salah satunya pasangan Ben Brahim S Bahat dan Ujang Iskandar, yang diketahui beberapa hari lalu telah mendapatkan rekomendasi dari Partai Demokrat.

Namun, agar Ben-Ujang bisa maju pada Pilkada Kalteng 2020 masih perlu tambahan dukungan parpol. Partai Demokrat di DPRD Kalteng memperoleh 6 kursi, sehingga masih membutuhkan minimal 3 kursi agar bisa memenuhi syarat pencalonan 9 kursi.

Sedangkan untuk petahana, dari jumlah kursi yang memperoleh kursi parpol di DPRD Kalteng hampir bisa dipastikan akan mendapatkan dukungan dari parpol yang terbanyak, yakni dari Partai Golkar 7 kursi, dan partai-partai yang mempunyai kursi besar lainnya.

Melihat kondisi demikian, kata Basuniansyah, dapat dipastikan Pilkada Kalteng 2020 hanya akan diikuti 2 pasangan calon. Karena, dengan waktu yang makin mendekati masa pendaftaran, maka tidak mungkin lagi akan muncul calon lain.

“Oleh karena itu, saya berpendapat apapun alasannya, maka akan terjadi 2 pasang yang akan bertarung di Pilkada Kalteng 2020 pada 9 Desember 2020 mendatang, sehingga tidak mungkin ada kotak kosong,” ucap Basuniansyah, yakin.

Diakuinya, masyarakat Kalteng yang semakin dewasa dalam berpolitik, tentu tidak menginginkan terjadinya lawan kotak kosong di Pilkada Kalteng, karena akan banyak dampaknya yang merugikan semua.

Sementara, terkait 2 hari menjelang dibukanya masa pendaftaran calon namun parpol pendukung petahana belum melakukan deklarasi secara terbuka, menurut Basuniansyah, itu semata-mata pertimbangan politik saja yang harus dipahami bersama.

“Inilah yang perlu kita pahami bersama, dari sisi kebersamaan politik dalam menghadapi Pilkada 2020 yang akan datang, peta perpolitikan di Kalteng ini sangat aman dan kondusif,’’ kata Basuniansyah.

Di bagian lain, terkait calon wakil gubernur pendamping petahana, menurut Basuniansyah, kalau memerhatikan dari sisi kualitas pemerintahan, sebagai suatu mitra kerja sama gubernur dan wakil gubernur, petahana dinilainya sudah mempertimbangkan jauh-jauh hari untuk itu.

“Menurut pandangan dan pengamatan saya, petahana akan memilih calon wakil dari birokrasi. Apakah birokrasi yang memang masih aktif, apakah birokrasi yang sekarang purnatugas, tapi mungkin bergabung di partai politik,” ungkap Basuniansyah. jsi

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas