Lion Group Kampanyekan ‘Terbang Itu Aman’

  • Whatsapp
Lion Group Kampanyekan 'Terbang Itu Aman'
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Lion Group gencarkan kampanye ‘terbang itu aman’ atau safe travel campaign yang dilakukan di bandar udara secara road show. Dalam agenda tersebut, pihak maskapai menjelaskan dan sosialisasikan bahwa terbang sesuai protokol kesehatan dan penerbangan aman.

“Upaya atau strategi yang kami lakukan untuk mengembalikan kepercayaan penumpang agar bisa lebih percaya diri dalam menggunakan moda transportasi udara,” beber Danang Mandala Prihantoro, Coorporate Communications Strategic of Lion Air Group, Selasa (1/9) malam.

Menurut Danang, secara nasional situasi pasar saat ini Lion Air Group melihat optimis karena Indonesia masih memiliki pasar domestik. Rata-rata penerbangan sebelumnya 1.400-1.600 per hari, saat ini rata-rata mencapai 30-40 persen.

“Untuk peminat penerbangan rata-rata masih untuk kunjungan kerja, dinas, kebutuhan keluarga,” imbuhnya.

Diharapkan untuk potensi atau proyeksi akhir tahun semakin membaik.

“Saya menyampaikan bahwa dalam penerbangan tertentu kemungkinan jumlah tingkat keterisian penumpang (seat load factor) dapat terjadi melebihi dari batasan kapasitas angkut penumpang yang ditetapkan,” ujarnya lagi.

Mengenai Batik Air, Danang menjelaskan, Batik Air telah menjalankan operasional sebagaimana pedoman protokol kesehatan.

Terkait dengan kapasitas angkut penumpang pesawat udara Batik Air yang diberikan batasan dalam jumlah yang diangkut, maka penumpang tertentu akan ada duduk berdampingan (bersebelahan dan tidak ada jarak).

Danang menyadari hal tersebut tidak dapat dihindari namun sebagai operator penerbangan, Batik Air menata penempatan pada seat arrangement penumpang agar lebih meminimalisir dampak.

Selanjutnya untuk kelompok penumpang dimaksud pada penerbangan adalah perjalanan grup dari keluarga atau group booking yang menginginkan dalam satu penerbangan dengan duduk berdekatan (satu baris) atau penumpang kategori PCR/ Swab hasil negatif.

“Penumpang yang bukan dalam satu keluarga atau rombongan tertentu akan diusahakan ada jarak duduk antarpenumpang,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Danang juga menyampaikan kepada publik dan tamu Batik Air, bahwa semua awak pesawat dan penumpang yang masuk ke dalam kabin pesawat udara telah melaksanakan Rapid Test Covid-19 atau PCR/ Swab dengan hasil non-reaktif atau negatif. Dalam hal ini, orang-orang tersebut dinyatakan sehat dan layak terbang (safe for flight).

Selanjutnya, semua kru dan penumpang sebelum masuk ke kabin pesawat, telah dilakukan pengecekan kesehatan dan dokumen kesehatan oleh instansi yang diberikan kewenangan.

“Penumpang yang lolos check-in adalah orang yang telah memenuhi ketentuan kesehatan dan dokumennya dinyatakan valid,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pemeriksaan kesehatan awak pesawat tetap dijalankan sebelum penerbangan (pre-flight health check), guna menentukan kondisi sehat serta layak terbang (safe for flight).

Kemudian, pesawat yang dioperasikan dilengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter atau penyaringan partikel kuat dengan tingkat 99,9+ persen yang dapat menghilangkan partikel seperti virus, bakteri dan jamur, guna membuat sirkulasi udara dalam kabin terjaga baik. Semua pesawat sebelum dan setelah terbang dilaksanakan penyemprotan desinfektan setiap hari, dalam upaya memastikan sterilisasi dan kebersihan pesawat.

Untuk diketahui, International Air Transport Association (Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional; disingkat IATA) dalam artikel penjelasan IATA Calls for Passenger Face Covering and Crew Masks yang diterbikan Press Release No: 39 pada 5 Mei 2020, aturan yang dianjurkan antara lain tidak merekomendasikan ‘kursi tengah’ sebagai jarak dalam satu baris atau dengan kata lain boleh diisi penumpang (IATA does not recommend restricting the use of the ‘middle seat’ to create social distancing while onboard aircraft), penggunaan masker, pemeriksaan suhu penumpang, pekerja bandar udara dan pelancong, aliran udara dari langit-langit ke lantai semakin mengurangi potensi transmisi ke depan atau belakang di kabin dan lainnya.

Bahkan di beberapa negara yang telah melakukan penerbangan domestik dan internasional, tidak memberlakukan pembatasan jumlah penumpang yang diangkut atau mengangkut jumlah penumpang dapat maksimal sesuai kapasitas seperti Thailand, Vietnam, India, Malaysia dan beberapa negara lainnya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas