Selama Agustus 2020, Kalteng Alami Deflasi 0,50 Persen

  • Whatsapp
Selama Agustus 2020, Kalteng Alami Deflasi 0,50 Persen
RILIS-Kabid Distribusi BPS Provinsi Kalteng, Akhmad Tantowi saat memaparkan Berita Resmi Statistik di ruang rapat BPS Kalteng, Selasa (1/9).TABENGAN/ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com-Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah, Kota Palangka Raya menempati peringkat ke 7 kota deflasi di tingkat nasional. Sementara Kota Sampit menempati peringkat ke 10 kota deflasi di tingkat nasional.

Kepala Bidang Distribusi BPS Provinsi Kalteng, Akhmad Tantowi, Selasa (1/9) mengatakan, deflasi di Palangka Raya sebesar 0,55 persen dipengaruhi oleh penurunan indeks harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau 3,09 persen, pendidikan 0,83 persen, serta pakaian dan alas kaki 0,43 persen.

“Terjadinya deflasi terutama dipengaruhi oleh penurunan indeks harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau 3,09 persen, kelompok pendidikan 0,83 persen serta pada kelompok pakaian dan alas kaki 0,43 persen,” bebernya.

Sedangkan deflasi di Sampit sebesar 0,43 persen. Dipengaruhi oleh penurunan indeks harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau 1,41 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,33 persen, serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,32 persen.

” Sama dengan yang terjadi di Palangka Raya, Sampit pun mengalami deflasi sebesar 0,43 persen atau mengalami penurunan indeks harga dari 105,40  pada Juli 2020 menjadi 104,95 di Agustus 2020,” jelasnya.

Tantowi menambahkan, terjadinya deflasi dipengaruhi oleh penurunan indeks harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau 1,41 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,33 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,32 persen.

Berdasarkan dua kota acuan (Palangka Raya dan Sampit), Provinsi Kalteng mengalami deflasi sebesar 0,50 persen, laju inflasi tahun kalender 0,43 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun 1,63 persen. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas