Geger Mayat Membusuk di Ruang Kelas SMA

  • Whatsapp
Geger Mayat Membusuk di Ruang Kelas SMA
EVAKUASI- Warga dan kepolisian saat mengevakuasi mayat ke dalam ambulans. Inset: Kondisi mayat di dalam ruang kelas.TABENGAN/FERRY WAHYUDI
iklan atas

PALANGKA RAYA-tabengan.com Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan membusuk di ruang kelas XII IPA SMA Perintis di Jalan Bangaris, Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Senin (31/8) sekitar pukul 07.30 WIB.

Mayat yang diketahui berjenis kelamin pria tersebut pertama kali ditemukan oleh siswa yang datang ke sekolah untuk menerima tugas dari guru. Penemuan mayat ini sontak saja membuat geger warga sekitar.

Edi Marwan (19), saksi mata, menerangkan, saat itu ia sedang menyapu halaman karena mendapat tugas dari sekolah. Saat berada di depan ruang kelas, siswa kelas XI IPA itu pun mencium bau busuk menyengat dari dalam kelasnya. Saat diintip melalui jendela depan, didapati sesosok mayat pria yang telah membusuk dan berwarna hitam.

“Lihat itu langsung lapor guru, karena selama pandemi ini kelas tidak diperbolehkan buka. Kelas dalam posisi tergembok dari bagian luar,” ucapnya.

Sejumlah guru pun merasa kebingungan karena selama ini tidak pernah mempekerjakan penjaga sekolah. Hingga akhirnya personel Polsek Pahandut dan Polresta Palangka Raya datang ke lokasi kejadian untuk mengamankan lokasi temuan.

Dua jam berselang, identitas mayat yang ditemukan tidak dapat dikenali oleh warga dan dievakuasi ke RSUD Doris Sylvanus untuk menjalani visum et repertum.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri melalui Kasat Reskrim Kompol Todoan Agung Gultom mengatakan, berdasarkan ciri-ciri yang didapat dari mayat ditemukan kesulitan karena mayat diperkirakan sudah meninggal selama seminggu lebih.

“Memang ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya selama 4-5 hari tidak pulang ke rumah, namun mereka juga tidak bisa menyimpulkan,” ucapnya didampingi Kapolsek Pahandut Kompol Edia Sutaata.

Dari pemeriksaan di sekitar lokasi kejadian, korban diketahui masuk ke dalam ruang kelas dengan memanjat dinding menggunakan kursi yang ada di belakang bangunan. Korban memanfaatkan jendela yang sudah tidak memiliki kaca.

“Ada ditemukan kursi sebagai media memanjat. Identitas belum bisa kita simpulkan. Dari identifikasi awal belum ada dugaan tanda kekerasan. Kondisi lokasi di dalam ruang kelas rapi dan tidak ada bekas perlawanan,” tuturnya.

Pantauan Tabengan, korban diduga kuat bernama Ilan (50) warga sekitar Jalan Bangaris yang diketahui memiliki gangguan kejiwaan. Dari keterangan warga, Ilan kerap tidur di bangunan-bangunan kosong hingga kuburan di kawasan tersebut. fwa

iklan atas

Pos terkait

iklan atas