Terdakwa Pemeras Foto Payudara Divonis 7 Bulan

  • Whatsapp
Terdakwa Pemeras Foto Payudara Divonis 7 Bulan
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Krisno selaku terdakwa perkara Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terpaksa menerima vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palangka Raya, Senin (31/8/2020). Lelaki itu terbukti menggunakan ponsel yang jatuh di jalan lalu memeras pemiliknya berinisial Fr menggunakan fotonya yang bertelanjang dada. “Memutuskan pidana penjara selama 7 bulan dan denda Rp500 juta subsidair 1 bulan kurungan,” ucap Hakim Ketua Majelis, Alfon.

Berawal ketika Krisno yang bekerja di Lawang Uru Kabupaten Pulang Pisau dihubungi istrinya, Mella melalui whatsapp, Rabu (1/4/2020). Istrinya mengaku menemukan ponsel Oppo F5 Youth di Jalan A Yani Kota Palangka Raya. Krisno menyuruh istrinya menyimpan ponsel itu sampai dia pulang ke rumah. Tiga hari kemudian Krisno pulang ke rumahnya di Tanjung Talio Kota Palangka Raya dan langsung mengecek ponsel itu yang ternyata dalam keadaan terkunci. Tidak kurang akal, Krisno membuka youtube dan mencari informasi cara membuka ponsel yang terkunci. Ternyata cara yang disarankan dalam video youtube berhasil dan ponsel dapat terbuka. Dari file ponsel tersebut ternyata ada foto-foto pemiliknya yang ada diantaranya berfoto selfie tanpa penutup dada.

Akibatnya, muncul niat Krisno untuk mendapatkan uang dengan memeras pemilik ponsel menggunakan foto tanpa busana itu. Krisno membuat sebuah akun whatsapp bernama Boyka menggunakan ponsel itu. Kemudian Krisno menghubungi sejumlah nama dalam nomor kontak termasuk nomor 08115549xxx dan bertanya apakah benar itu nomor pemilik ponsel. Korban membenarkan nomor itu miliknya dan meminta ponselnya dikembalikan. Krisno yang menggunakan nama Boyka menyatakan akan mengembalikan ponsel korban bila dibayar Rp5 juta dan bila ingin data termasuk foto tanpa busana dihapus maka harus menambah Rp2 juta. Korban menyatakan setuju lalu mengirimkan uang Rp500.000,- ke rekening istri Krisno. Sisa uang Rp4,5 juta dijanjikan akan dikirimkan kemudian oleh korban. Tapi korban kemudian mengadukan kejadian itu pada pihak kepolisian yang kemudian melacak dan berhasil menangkap Krisno.

Dalam persidangan, Krisno terbukti memenuhi unsur pidana dalam Pasal 45 ayat 4 Jo Pasal 27 ayat 4 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. dre

iklan atas

Pos terkait

iklan atas