PDIP-Golkar Terlambat, Ini Kata Pengamat

  • Whatsapp
PDIP-Golkar Terlambat, Ini Kata Pengamat
Jhon Retei Alfri Sandi
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Pendaftaran bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah tinggal menghitung hari. Namun, sampai sekarang belum ada partai politik yang mendeklarasikan siapa jagoannya diusung. Masyarakat pun masih bertanya-tanya.

Pengamat politik sekaligus akademisi di Kalteng, Jhon Retei Alfri Sandi mengatakan, kendati banyak konstestan Pilkada, tetapi dari aspek elektabilitas, masih menjadi pertimbangan penting bagi partai politik (parpol) menjatuhkan pilihan.

“Kalau mau jujur, dalam konteks Pilkada saat ini di Kalteng, petahana masih menjadi minat parpol. Sebab itu, parpol memilih bersikap wait and see, komposisi pasangan calon yang diusung masing-masing parpol,” kata Jhon Retei, Sabtu (29/8).

Menurutnya, yang duluan mengumumkan akan menentukan komposisi posisi wakil. Sebab, di Kalteng yang lebih menarik malah di posisi wakil. Karena akan menentukan bagaimana parpol yang lain menentukan pilihan siapa bakal calon gubernurnya.

“Sebenarnya peta konfigurasi Kalteng yang bisa mengubah bisa dratis adalah di tangan PDIP. Tentunya di Kalteng, semua ingin melihat PDIP memberikan rekomendasi ke siapa,” ujarnya.

Padahal beberapa waktu lalu, lanjut Jhon, PDIP sudah melakukan proses uji kepatutan terhadap bakal calon wakil gubernur. Pertanyaannya apakah untuk posisi cagub sudah selesai? Berarti kalau dari perspektif politik, artinya PDIP sudah mengantongi calon gubernur, hanya tinggal calon wagub.

Kenapa partai lain masih menunggu? Pertama, karena petahana ingin dihantar lewat PDIP. Namun persoalannya, kalau PDIP mengusung petahana, pembentukan poros koalisi akan terjadi dari partai yang memiliki suara relatif lebih banyak.

Bahkan, mungkin membuat poros sendiri atau melakukan penumpukan di satu poros petahana saja. Apalagi akhir-akhir ini, di Kalteng juga beredar isu kotak kosong. Tetapi konfigurasi terkait dengan konstestasi dan variasi bakal calon akan lebih variatif, sewaktu PDIP menentukan poros di luar petahana.

Menurut Retei, belum diumumkannya siapa calon yang diusung, karena salah satu strategi parpol. Selain banyak pertimbangan seperti popularitas dan elektabilitas yang dilihat dari basis massa baik etnis, agama dan lainnya.

“Saya kira partai politik menjelang hari H akan mengumumkan rekomendasi. Membuat lambat juga sebagai salah satu strategi,” ucapnya.

Dengan demikian akan banyak variasi. Jika pilihannya di akhir, maka konfigurasi konstestasi peserta akan minimal dan sangat ramping. Tetapi seharusnya PDIP dan Partai Golkar, sebagai partai besar, berani duluan mengumumkan, jika mau melakukan pendidikan dan sosialisasi politik kepada publik.

“Kenapa terlambat, karena strategi yang dibangun partai, posisi wakil sangat menentukan. Jadi konfigurasi meracik itu, sangat menentukan,” imbuhnya. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas