Warga Terima Ganti Rugi Kerusakan Lanting dan Kelotok

  • Whatsapp
Warga Terima Ganti Rugi Kerusakan Lanting dan Kelotok
Ketua RT 001 RW 001 Baamang Hulu, Nanang Qosim saat menerima uang ganti rugi kerusakan lanting dan kelotok akibat kapal tanker BBM pertamina. ISTIMEWA
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com- Setelah dilakukan mediasi terkait kerusakan 12 lanting dan 2 perahu warga Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, akibat disapu gelombang kapal pengangkut BBM SPOB KAPUAS, akhirnya tercapai kesepatan terkait besaran nilai ganti rugi yang harus diberikan oleh Pertamina yaitu Rp78 juta.

Ketua RW 001, Baamang Hulu, Muhammad Mastiar mengungkapkan, pembayaran total Rp78 juta untuk mengganti seluruh kerugian warga. Ganti rugi yang diterima warga bervariasi tergantung kondisi kerusakan. Ada yang Rp1 juta, ada pula yang sampai Rp25 juta.

Pembayaran ganti rugi tersebut dilaksanakan di ruang rapat kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit. Rapat dihadiri Ketua RW dan Ketua RT selaku perwakilan warga, Direktorat Polairud, Polres Kotawaringin Timur, TNI dan pihak Pertamina.

Acara dipimpin Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP, Baslan Damang. Penyerahan uang ganti rugi diterima Ketua RT 01 Nanang Qosim didampingi Ketua RW 01 Muhammad Mastiar. Sedangkan dari Pertamina diwakili nakhoda atau kapten SPOB Kapuas, Imran.

Mediasi yang dilakukan tersebut sudah dilaksanakan sejak hari pertama kejadian. “Saat itulah didapat total kerugian warga Rp78 juta dan malam ini realisasi pembayaran tersebut,” ungkap Baslan.

Saat kejadian, pihaknya membuat keputusan untuk menunda keberangkatan kapal tanker SPOB Kapuas tersebut hingga urusan ganti rugi dengan warga selesai. Untuk itulah penyelesaian didorong diselesaikan secepatnya agar kapal kembali beroperasi sehingga pasokan bahan bakar minyak ke daerah ini tidak sampai terganggu.

Baslan menjelaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan kapal SPOB Kapuas dalam kondisi baik. Kejadian diduga disebabkan saat itu ada tekanan angin antara 5 sampai 20 knot sehingga mengakibatkan posisi pergerakan kapal terdorong oleh angin Tenggara hingga ke area perkampungan. Kapal mencoba manuver sedapat mungkin tapi insiden itu tetap tidak bisa dihindarkan.

Pertamina melalui PT Pertamina Trans Kontinental yang mengoperasikan kapal tersebut mempunyai niat baik. Mereka melaporkan kepada KSOP untuk difasilitasi menyelesaikan masalah itu dengan baik.

Penyerahan uang ganti rugi disertai penandatanganan berita acara yang disaksikan peserta yang hadir. Pihak kepolisian mengingatkan bahwa dengan kesepakatan itu maka tidak boleh ada lagi tuntutan-tuntutan lainnya. c-arb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas